Tarif Impor 10–15% Akan Diberlakukan di 150 Negara

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengirim surat kepada lebih dari 150 negara yang memberitahukan bahwa tarif impor mereka ke AS kemungkinan akan dikenakan sebesar 10 hingga 15%, sebagai bagian dari agenda perdagangannya yang terus berlanjut.

“Kami akan mengirimkan pemberitahuan pembayaran ke lebih dari 150 negara. Pemberitahuan itu akan mencantumkan berapa tarif impor yang harus dibayar,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (16/7) waktu setempat.

Tarif impor 10-15% tersebut akan berlaku sama untuk semua negara dalam kelompok itu. “Negara-negara ini bukan negara besar, dan volume perdagangannya juga tidak terlalu besar,” tambahnya.

Dalam wawancara terpisah dengan Real America’s Voice yang ditayangkan pada hari yang sama, Trump menjelaskan bahwa tarif tersebut kemungkinan akan berada di kisaran 10 hingga 15%. “Kami belum memutuskan pasti, tapi angkanya mungkin di antara itu,” ujarnya.

BACA JUGA  204 Korban Tewas, Investigasi Air India Libatkan AS dan Inggris

Tarif impor 10-15% sebagai bentuk kesepakatan

Beberapa hari terakhir, Trump meluncurkan gelombang kebijakan tarif baru kepada sejumlah negara. Ia memperingatkan bahwa bea masuk tambahan akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus jika negara-negara tersebut tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang lebih menguntungkan bagi AS.

Tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan pada 9 Juli kini diperpanjang tiga minggu, memicu upaya diplomasi cepat dari negara-negara mitra dagang untuk menghindari lonjakan tarif.

Menurut Kepala Ekonom Asia Pasifik Natixis, Alicia Garcia Herrero, pengumuman tarif ini dapat memberi sedikit kepastian bagi negara-negara kecil, khususnya di kawasan Asia yang menghadapi tarif tertinggi. “Ini bisa dilihat sebagai sinyal bahwa Trump mulai menyadari bahwa tarif yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gangguan besar,” jelasnya.

BACA JUGA  Amerika Serikat Keluar Dari Keanggotaan WHO

Meski sebelumnya Trump dan para penasihatnya berharap bisa mencapai sejumlah kesepakatan dagang, kini ia justru menampilkan surat pemberitahuan tarif itu sendiri sebagai bentuk ‘kesepakatan’ dan menunjukkan ketidaktertarikannya pada negosiasi panjang.

Namun demikian, Trump tetap membuka peluang bagi negara-negara untuk berunding agar tarif yang dikenakan bisa diturunkan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Mengapa Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berselisih Jauh

TERJADI perbedaan jumlah penduduk miskin  Indonesia antara data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data yang dimiliki Bank Dunia. BPS menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia pada Maret 2026 sebesar…

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

SELANDIA Baru siap memasok semen (sperma) sapi pejantan untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul di DI Yogyakarta Gagasan tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Duta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

  • September 14, 2026
Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

  • September 14, 2026
Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

Sepuluh pemain Manchester City Bekuk Manchester United di Old Trafford

  • September 14, 2026
Sepuluh pemain Manchester City Bekuk Manchester United di Old Trafford

Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

  • September 14, 2026
Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

Menang TKO atas Conor Benn, Ryan Garcia Pertahankan Gelar Kelas Welter

  • September 14, 2026
Menang TKO atas Conor Benn, Ryan Garcia Pertahankan Gelar Kelas Welter