Kenaikan Upah Minimum untuk Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

KENAIKAN upah minimum nasional sebesar 6,5 persen untuk 2025 merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto, untuk tingkatkan daya beli masyarakat.

Namun hal itu menuai banyak pro dan kontra dari pengusaha maupun pekerja atau buruh.

Banyak pengusaha mengatakan bahwa pemerintah perlu meninjau kembali keputusan ini. Sedangkan dari pihak buruh, banyak yang mendukung keputusan ini.

Pakar Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fisipol UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si, menyatakan kenaikan upah minimum berawal untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Sekaligus untuk kesejahteraan buruh. Sebah upah minimun yang sekarang ini jauh dari cukup dan tidak bisa memenuhi biaya hidup.

“Sebenarnya data kebutuhan hidup layak minimum itu tinggi. Hanya saja upah minimum yang ada sangat jauh dari kebutuhan hidup layak minimum,” kata Hempri, Rabu (4/12).

BACA JUGA  Prabowo di PBB: Indonesia Tegaskan Dukung Solusi Dua Negara

“Saya kira ini bagian dari upaya sebenarnya untuk pemerintah untuk mendorong kesejahteraan buruh dan  bisa meningkatkan daya beli dari masyarakat,” lanjutnya.

Namun kebijakan ini sebaiknya dikaji lebih jauh supaya  tidak lupa untuk memperhatikan serta memanusiakan pengusaha.

Karena kebijakan kenaikan upah minimun memiliki potensi menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar yang kemudian turut memengaruhi daya tarik investasi di kancah internasional.

Buka dialog bahas  kenaikan upah minimun

Hempri mengusulkan agar problematika ini dibutuhkan proses dialog antara pemerintah, pengusaha, serta buruh .

Agar ada sebuah solusi yang dapat menyejahterakan buruh .Serta mendukung iklim usaha di Indonesia dapat ditemukan.

“Saya kira juga yang menjadi penting adalah perlu dialog yang secara kontinyu antara buruh, pengusaha, dan pemerintah, sehingga pengusaha diuwongke (dimanusiakan),” kata Hempri.

BACA JUGA  Presiden Turki Erdogan akan ke Indonesia 12 Februari

“Ini ada sebagai sebuah proses-proses dialogis ya, yang harapannya ini ya kebijakan itu untuk semua,” lanjutnya.

Hempri menerangkan dengan adanya proses  dialog antara pemerintah, pengusaha maupun buruh tidak hanya soal upah namun juga program pengembangan SDM.

Program peningkatan kualitas SDM ini, selain meningkatkan daya serap tenaga kerja oleh industri juga meningkatkan produktivitas perusahaan.

Pasalnya kualitas SDM sangat berpengaruh. Selama ini reputasi Indonesia dikenal sebagai negara penyedia buruh murah.

Dan saatnya mengubahnya menjadi negara penyedia SDM berkualitas.

“Saya kira, rencana kenaikan UMP ini menjadi momentum untuk meningkatkan nasib buruh dan mengubah paradigma,” kata Hempri.

“Kita tidak dikenal dengan gaji buruh murah, tapi yang dijual adalah produktivitas kerja,” pungkasnya. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Peringati Mayday Buruh Asal Jabar ke Jakarta

Siswantini Suryandari

Related Posts

Indonesia Siap Stop Impor Solar Setelah Mandatori B50 Bulan Depan

INDONESIA siap menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tahun ini setelah mandatori biodiesel 50 persen (B50) pada Juli nanti. Hal tersebut diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral…

Antisipasi Lonjakan Pengiriman Motor, Kalog Siap Optimal Operasional

SAAT memasuki periode libur panjang perguruan tinggi dan tahun ajaran baru yang umumnya berlangsung pada Juni hingga Juli, KAI Logistik (Kalog) melalui layanan pengiriman retail melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

  • June 29, 2026
Pemkot Bandung Kebut Perbaikan Infrastruktur Bandara Husein

UPN Veteran Yogyakarta Tetapkan 4 Nama Balon Rektor

  • June 29, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Tetapkan 4 Nama Balon Rektor

Kades Baru Damarsi Janji Kawal Kasus TKD yang Diusut Kejari Sidoarjo

  • June 29, 2026
Kades Baru Damarsi Janji Kawal Kasus TKD yang Diusut Kejari Sidoarjo

BULOG Tarik Seluruh MinyaKita Produksi PT KMR yang Diduga Berbau Solar

  • June 29, 2026
BULOG Tarik Seluruh MinyaKita Produksi PT KMR yang Diduga Berbau Solar

Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Desak Program MBG Dilanjutkan

  • June 29, 2026
Ribuan Warga Sidoarjo Gelar Aksi Damai, Desak Program MBG Dilanjutkan

Pelayanan Cepat dan Ramah, MPP Kota Bandung Jadi Andalan Pengurusan Paspor

  • June 29, 2026
Pelayanan Cepat dan Ramah, MPP Kota Bandung Jadi Andalan Pengurusan Paspor