Perbankan Harus Bantu Wujudkan Program Swasembada Pangan

PERBANKAN di Jawa Tengah harus bantu mewujudkan program swasembada pangan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Rabu (4/12)

Di antaranya melalui skema penyediaan modal bagi petani dan  bantuan tanggung jawab sosial (CSR).

“Saya minta tolong kepada perbankan agar perhatian kepada petani bisa lebih ditingkatkan. Sehingga tujuan dari Provinsi Jateng untuk swasembada pangan dapat terwujud,” ujar Sumarno.

Ia sampaikan hal itu dalam acara  Bankers Talk Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) di rumah dinas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rabu (4/12) malam.

Menurutnya swasembada pangan tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk mensubstitusi atau mengganti kebutuhan bahan pangan bergantung pada impor.

BACA JUGA  OJK Nilai Kondisi Sektor Keuangan Jateng Stabil

Sumarno juga berharap kepada perbankan untuk memberikan dukungan untuk sektor peternakan. Dengan begitu, kebutuhan daging dan susu sapi dapat terpenuhi dari dalam negeri.

Ia menjelaskan berbagai kebijakan telah dilaksanakan Pemprov Jateng untuk mewujudkan Jateng sebagai penumpu pangan nasional.

Di antaranya dengan menetapkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Selain itu juga telah mengunci sawah-sawah yang lestari agar tetap terjaga, sehingga Jateng sebagai penumpu pangan dan industri nasional pada 2025-2045 dapat berjalan seimbang.

“Ini juga butuh kolaborasi dengan kabupaten/kota untuk bersama-sama menjaga kepatuhan terhadap Perda tentang RTRW Jateng,” kata Sumarno.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra mengatakan lembaga perbankan siap berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan swasembada pangan.

BACA JUGA  Nana Sudjana Kunjungi Sejumlah TPS di Jawa Tengah

“Presidenmengajak semua unsur perekonomian, termasuk dunia perbankan untuk bersinergi mewujudkan swasembada pangan. Yaitu memproduksi sendiri bahan-bahan pangan,” kata Rahmat.

Sejak 2022, lanjut Rahmat, pihaknya telah mengajak dunia perbankan untuk meningkatkan portofolio kredit atau pembiayaan di sektor pertanian.

“Karena saya melihat Jateng sebagai lumbung pangan dan penumpu pangan nasional, sehingga peningkatan produktivitas pertanian menjadi sesuatu yang penting,” terangnya. (Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Sebagian Jalan Kabupaten Sleman Rusak

KABUPATEN Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki jalan sepanjang 733,67 kilometer yang terdiri dari 371 ruas jalan. Dari panjang jalan yang mencapai lebih dari 722 kilometer tersebut, yang dalam kondisi sangat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

Mengenali Apa Itu Hantavirus

  • May 13, 2026
Mengenali Apa Itu Hantavirus

Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

  • May 13, 2026
Risiko Mendaki Gunung Saat Aktivitas Vulkanik Meningkat

Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba

  • May 13, 2026
Ini loh, Fungsi Sayap pada Hewan Purba