Perbankan Harus Bantu Wujudkan Program Swasembada Pangan

PERBANKAN di Jawa Tengah harus bantu mewujudkan program swasembada pangan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Rabu (4/12)

Di antaranya melalui skema penyediaan modal bagi petani dan  bantuan tanggung jawab sosial (CSR).

“Saya minta tolong kepada perbankan agar perhatian kepada petani bisa lebih ditingkatkan. Sehingga tujuan dari Provinsi Jateng untuk swasembada pangan dapat terwujud,” ujar Sumarno.

Ia sampaikan hal itu dalam acara  Bankers Talk Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) di rumah dinas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rabu (4/12) malam.

Menurutnya swasembada pangan tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk mensubstitusi atau mengganti kebutuhan bahan pangan bergantung pada impor.

BACA JUGA  Kemiskinan di Jateng Turun 0,30%, Pj Gubernur Jateng Minta Semua Pihak Tetap Bekerja Keras

Sumarno juga berharap kepada perbankan untuk memberikan dukungan untuk sektor peternakan. Dengan begitu, kebutuhan daging dan susu sapi dapat terpenuhi dari dalam negeri.

Ia menjelaskan berbagai kebijakan telah dilaksanakan Pemprov Jateng untuk mewujudkan Jateng sebagai penumpu pangan nasional.

Di antaranya dengan menetapkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Selain itu juga telah mengunci sawah-sawah yang lestari agar tetap terjaga, sehingga Jateng sebagai penumpu pangan dan industri nasional pada 2025-2045 dapat berjalan seimbang.

“Ini juga butuh kolaborasi dengan kabupaten/kota untuk bersama-sama menjaga kepatuhan terhadap Perda tentang RTRW Jateng,” kata Sumarno.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra mengatakan lembaga perbankan siap berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan swasembada pangan.

BACA JUGA  Indosat Dukung AI di Sektor Perbankan Indonesia

“Presidenmengajak semua unsur perekonomian, termasuk dunia perbankan untuk bersinergi mewujudkan swasembada pangan. Yaitu memproduksi sendiri bahan-bahan pangan,” kata Rahmat.

Sejak 2022, lanjut Rahmat, pihaknya telah mengajak dunia perbankan untuk meningkatkan portofolio kredit atau pembiayaan di sektor pertanian.

“Karena saya melihat Jateng sebagai lumbung pangan dan penumpu pangan nasional, sehingga peningkatan produktivitas pertanian menjadi sesuatu yang penting,” terangnya. (Htm/S-01).

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Lantik 23 Pejabat, Bupati Taput Ingatkan Soal Tanggung Jawab

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Jumat, 26/6//2026). Pelantikan dilaksanakan saat kunjungan kerja di Lapangan Sepakbola Desa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

  • June 27, 2026
Hat-trick Dembele Bawa Prancis Benamkan Norwegia, Senegal Menjaga Asa

Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang

  • June 26, 2026
Korban Meninggal akibat Gempa di Venezuela Capai 589 Orang