
KEMENTERIAN Keuangan melalui program unggulannya, Kemenkeu Mengajar 9 (KM 9) kembali hadir di Surabaya.
Bertempat di delapan sekolah kolaborator di Surabaya, kegiatan ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi lebih dari 1.400 siswa.
Relawan Kemenkeu tergabung dalam KM 9 Surabaya berasal dari pegawai Setjen, BPPK, DJP, DJBC, DJKN, DJPb, DJPPR, DJA dan mahasiswa PKN STAN.
Para relawan termasuk kepala perwakilan Kemenkeu di Jawa Timur bersama jajarannya, turun langsung mengajar di sekolah kolaborator.
Mereka memperkenalkan peran penting APBN dan profesi di Kemenkeu, serta nilai nilai cinta tanah air, kebersihan, dan gotong royong.
Mengangkat tema “Peran APBN dalam Mewujudkan Kecerdasan, Kesehatan, dan Kesejahteraan”, KM 9 Surabaya berhasil menyentuh hati siswa dari berbagai latar belakang.
“Kami berharap generasi muda Surabaya dapat memahami pentingnya keuangan negara dalam membangun bangsa,” kata Koordinator Daerah KM 9 Surabaya Prima Utama, Senin (7/10).
Serta termotivasi untuk turut berkontribusi bagi negeri,” lanjutnya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Sidoarjo, Rudy Hery Kurniawan turut memberikan amanat kepada para siswa dan relawan KM 9.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi bagi masa depan bangsa.
“Dengan memahami peran APBN, siswa tidak hanya mengenal konsep keuangan negara, tetapi juga dapat melihat bagaimana anggaran negara digunakan,” kata Rudy.
Ia menambahkan anggaran negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memberikan akses terhadap pendidikan yang lebih baik.
Sekolah kolaborator yang turut serta dalam KM 9 Surabaya adalah SD Muhammadyyah 4 Pucang, SDIT At-Tagwa, SD Al Falah Darmo, dan SMA Trimurti.
Kemudian SMP Al Falah Darmo, SMAN 4 Surabaya, SDN Kendangsari 1/276, dan SDN Kendangsari 2/277.
Partisipasi aktif dari setiap sekolah ini mencerminkan antusiasme generasi muda Surabaya dalam belajar tentang peran APBN.
Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Surabaya dan instansi vertikal Kemenkeu menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan ini di Kota Pahlawan.
Diharapkan melalui sinergi positif yang tercipta mampu menanamkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan keuangan negara sejak dini.
Kemenkeu Mengajar 9 Bahas Literasi Keuangan
KM 9 tidak hanya membahas seputar literasi keuangan, tetapi juga membuka wawasan para siswa terhadap profesi di Kementerian Keuangan.
Selama kegiatan, para siswa diajak untuk terlibat aktif dalam pembelajaran maupun games yang dibawakan relawan.
Penampilan kesenian, flashmob, papper mob, dan pertunjukan Tim Anjing Pelacak Bea Cukai turut mewarnai kemeriahan KM 9 Surabaya.
Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi relawan dan siswa.
Pada 2024, Kemenkeu Mengajar kembali diselenggarakan di berbagai level sekolah dengan total 327 sekolah terdiri dari 126 SD, 83 SMP, 100 SMA/SMK/MA, 13 SLB dan 5 SILN. (OTW/S-01)







