
SELAMA 10 hari pelaksanaan Posko Terpadu Nataru 2025-2026, jumlah penumpang di Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo mencapai 430.540 orang. Puncak arus penumpang terjadi pada Rabu (24/12) yakni sebanyak 48.364 orang.
Kenaikan jumlah penumpang libur Nataru di Bandara Juanda, sudah terlihat sejak 18 Desember lalu. Di mana sejak 18 hingga 25 Desember, jumlah penumpang rata-rata naik 14 persen per harinya dibandingkan hari biasa.
Jumlah penumpang di Bandara Juanda, rata-rata mencapai 35 ribu orang. Selama 10 hari operasional pada 15-24 Desember 2025, jumlah penumpang mencapai 430.540 orang, serta 2.883 pesawat.
“Puncak arus penumpang di Bandara Juanda, terjadi pada H min 1 Natal pada Rabu (24 Desember) kemarin. Jumlah penumpang pada saat itu 48.364 orang, dan 310 pergerakan pesawat,” kata General Manager Bandara Juanda M Tohir, Kamis (25/12).
Rute favorit

Penerbangan domestik favorit adalah rute Jakarta, Bali dan Makassar. Sementara penerbangan internasional favorit adalah Kuala Lumpur Malaysia dan Singapura.
“Untuk jumlah penumpang domestik tertinggi tercatat pada rute Jakarta (Soekarno-Hatta) sebanyak 89 ribu penumpang, Bali sebanyak 42 ribu penumpang dan Makassar sebanyak 35 ribu penumpang. Sedangkan untuk penerbangan internasional, rute dengan jumlah penumpang terbanyak adalah Kuala Lumpur sebanyak 21 ribu penumpang dan Singapura sebanyak 18 ribu penumpang,” kata Tohir.
Tohir menyampaikan, peningkatan trafik tersebut telah diantisipasi melalui kesiapan operasional, fasilitas dan koordinasi lintas instansi.
“Peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama periode Natal dan Tahun Baru ini telah kami antisipasi sejak awal masa posko. Bandara Internasional Juanda bersama seluruh stakeholder berkomitmen menjaga operasional tetap berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” kata Tohir.
Tertib waktu
Tohir juga mengimbau kepada seluruh calon penumpang yang akan berangkat dari Bandara Internasional Juanda untuk memperhatikan waktu keberangkatan.
“Kami mengimbau kepada para pengguna jasa agar datang lebih awal ke bandara untuk mengantisipasi potensi kendala cuaca maupun kepadatan lalu lintas menuju bandara, sehingga seluruh proses keberangkatan dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu,” ujar Tohir. (OTW/N-01)









