
KECELAKAAN di perlintasan kereta api kembali terjadi. Kali ini insiden itu terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat dini hari.
Sebuah Mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang mengangkut sembilan orang tertabrak kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur. Akibatnya empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di jalan Tuko–Sidorejo, tepatnya di Dusun Sugihan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan Iptu Arie Eko, Jumat.
Arie mengatakan kendaraan tersebut melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di perlintasan, mobil diduga berhenti di atas rel karena mesin mati.
Pada saat bersamaan, kereta api yang melintas di jalur yang sama sudah dalam jarak dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan mengenai bagian depan kiri kendaraan.
“Akibat kerasnya benturan, mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter, menabrak tiang jaringan telekomunikasi, lalu terjatuh ke area persawahan di sisi selatan rel,” ujarnya.
Sebanyak empat korban meninggal dunia dalam insiden itu. Mereka adalah Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan Shazia Belvania Mutia (2).
“Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon I sebelum dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka. Dua orang dirawat di RSUD Purwodadi dengan kondisi cukup serius, sedangkan korban lainnya menjalani rawat jalan,” ujarnya.
Adapun pengemudi mobil, Kardi (50), selamat dan hanya mengalami luka ringan. Di sisi lain petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (*/N-01)






