
QUACQUARELLI Symonds (QS) merilis QS World University Rankings 2027. Hasilnya, UGM menempati peringkat 206 dunia yang berarti naik 18 peringkat dibandingkan posisi tahun lalu pada peringkat 224 dari 1.504 perguruan tinggi yang dinilai.
Kenaikan itu menjadi bukti upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat kualitas akademik dan daya saing internasionalnya.
Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengungkapkan kenaikan ranking UGM merupakan hasil kerja keras dari sivitas akademika atas berbagai capaian di bidang tridarma perguruan tinggi.
“Kunci utamanya adalah Social Capital UGM yang luar biasa dalam tridarma. Pendidikan yang diakui reputasinya oleh para stakeholders, penelitian yang inovatif dan kontekstual menjawab tantangan persoalan masyarakat dan pengabdian masyarakat yang menyentuh sendi-sendi penting kebutuhan bangsa,” kata Rektor, Jumat.
Peningkatan kinerja
Prov. Ova mengatakan perbaikan posisi peringkat UGM di QS WUR didorong oleh peningkatan kinerja pada hampir semua indikator penilaian. Salah satu pendorong utama adalah reputasi akademik yang semakin diakui secara global, sehingga UGM menempati peringkat 131 dunia untuk indikator Academic Reputation.
“Pengakuan ini mencerminkan penguatan kualitas pengajaran, produktivitas penelitian, dan kontribusi ilmiah civitas akademika UGM di mata komunitas akademik internasional,” ujarnya.
Dikatakan internasionalisasi menjadi pilar penting dalam kenaikan peringkat UGM. Keterlibatan akademisi asing di lingkungan kampus semakin kuat, sementara jejaring kolaborasi penelitian internasional meluas, menandakan intensifikasi kerja sama riset dengan mitra dari berbagai negara.
“Daya tarik UGM bagi mahasiswa internasional juga meningkat, memperkuat citra kampus sebagai tujuan studi yang relevan dan kompetitif di tingkat global,” katanya.
Pembangunan berkelanjutan
Menurut dia, komitmen UGM terhadap agenda pembangunan berkelanjutan mendapat pengakuan khusus dalam pemeringkatan kali ini. Universitas menempati posisi terdepan di Indonesia pada indikator sustainability.
Bahkan, di ranah hubungan dengan dunia kerja, reputasi UGM di mata pemberi kerja tetap kuat dimana UGM menempati peringkat 100 dunia untuk Employer Reputation—dan secara nasional berada pada posisi kedua untuk indikator Employer Reputation, Employment Outcomes, dan Academic Reputation.
Disebutkan juga perbaikan pada rasio dosen dan mahasiswa serta perluasan jejaring penelitian internasional yang mendapat penilaian atas kenaikan peringkat ini diakui Rektor mencerminkan strategi UGM yang terfokus pada peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kapasitas riset.
“Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan posisi dalam pemeringkatan, tetapi juga memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja dan memperbesar kontribusi universitas terhadap pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Perluas kolaborasi internasional
Bagi Rektor, kenaikan ke peringkat 206 dunia dalam QS WUR 2027 menjadi modal penting bagi UGM untuk terus menarik talenta, memperluas kolaborasi internasional, dan meningkatkan dampak akademik serta sosialnya.
“Hasil ini mempertegas posisi UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara, sekaligus menegaskan komitmen institusi untuk terus maju di panggung pendidikan tinggi global,” katanya. (AGT/M-01)








