Hari Pertama Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UPI dan Unpad Berjalan Lancar 

HARI pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) tahun 2026 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) berjalan lancar.

Untuk UTBK-SNBT di UPI diselenggarakan di 13 gedung kampus UPI maupun kampus daerah yang diikuti 3.078 dari 3.160 peserta. Sedangkan 82 peserta lainnya tidak hadir tanpa keterangan.

Sedangkan pelaksanaan UTBK-SNBT di Unpad dilaksanakan di Kampus Jatinangor Sumedang, diikuti 1.350 peserta dari 6.632  peserta terdaftar,  dengan perincian 46 peserta tercatat tidak hadir, 34 orang pada sesi pagi dan 12 orang pada sesi siang.

Relatif stabil

Peserta yang mengikuti UTBK-SNBT 2026. (Dok. UPI)

Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi menerangkan secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK di UPI berlangsung 21–30 April dengan dua sesi per hari, kecuali Jumat yang hanya satu sesi.

“Berdasarkan data per 5 April 2026, total peserta mencapai sekitar 19.400 yang tersebar di berbagai kampus UPI di daerah. Jumlah ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi minat calon mahasiswa terhadap UPI,” paparnya.

BACA JUGA  RSHS Bandung Beri Sanksi Tegas pada Pelaku Perundungan

Menurut Vidi dalam pelaksanaan pada  UTBK, UPI menerapkan sistem penyaringan ganda sebelum peserta masuk ruang ujian, didukung oleh 275 pengawas serta pengamanan dan jaringan yang stabil. Indikator kelancaran meliputi ketepatan waktu, kesiapan infrastruktur, serta minimnya gangguan teknis.

UPI juga memperhatikan aspek inklusivitas dengan memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus, termasuk tunadaksa, tunanetra dan low vision. Dari total 15 peserta, pada hari pertama pelaksanaan, terdapat 4 orang calon mahasiswa berkebutuhan khusus yang didampingi oleh petugas terlatih dari divisi inklusi UPI.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan akses pendidikan yang setara. Ke depan, kami akan terus meningkatkan sistem pengawasan berbasis teknologi serta memperkuat layanan inklusif, agar pelaksanaan UTBK semakin kredibel dan adaptif terhadap perkembangan modus kecurangan,” tandasnya.

Alami penurunan

Sementara itu, Koordinator UTBK Unpad, Inu Isnaeni Sidiq menyampaikan tahun ini, jumlah peserta UTBK di Unpad mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terjadi peningkatan pada sarana dan prasarana.

BACA JUGA  Telkomsel Bantu Pendidikan pada Peraih Top Scorer Ilmupedia

Penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan sistem pemilihan lokasi ujian, di mana peserta kini hanya memilih kabupaten/kota, bukan langsung perguruan tinggi.

“Bisa jadi peserta yang sebelumnya memilih Unpad karena lokasinya lebih dekat ke Bandung Timur, merasa khawatir jika memilih Kabupaten Sumedang akan terdistribusi ke PTN lain di Sumedang yang jaraknya lebih jauh,” ungkapnya.

Inu mengatakan, pada hari pertama, terdapat empat peserta disabilitas yang mengikuti UTBK di Unpad. Untuk mendukung kelancaran ujian, Unpad menempatkan peserta di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang memiliki fasilitas ramah disabilitas (barrier-free) serta menyediakan pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI).

Cegah Kecurangan

Inu memaparkan, didasarkan pada temuan tahun lalu  di mana lebih dari 90 persen kasus perjokian melibatkan peserta yang mendaftar ke program studi kedokteran, tim SNPMB Pusat mendorong penerapan strategi khusus.

BACA JUGA  Puluhan Ribu Calon Mahasiswa Berjuang Lolos UTBK di UNS

Unpad mengelompokkan mayoritas peserta program studi kedokteran pada sesi 1 dan sesi 2 guna memperketat pengawasan. Jika terindikasi kecurangan, peserta diizinkan menyelesaikan ujian, lalu diverifikasi.

Jika terbukti, akan diminta menandatangani berita acara serta dilaporkan ke Panitia Pusat. Bagi peserta yang dilaporkan melakukan kecurangan, hasil ujiannya tidak akan di-scoring sehingga yang bersangkutan tidak akan memperoleh sertifikat UTBK.

“Kami berharap pelaksanaan UTBK di Unpad dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis yang mengganggu konsentrasi dan kenyamanan peserta. Selain itu, kami juga mengimbau sivitas akademika untuk memahami kondisi selama pelaksanaan ujian, mengingat adanya potensi interaksi dengan aktivitas kampus sehari-hari, serta turut menjaga suasana kondusif,” tandasnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Dua Mahasiswa UNY Raih Beasiswa

DUA MAHASISWA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meraih Beasiswa Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta.Kedua mahasiswa Fakultas Vokasi UNY yang menerima beasiswa tersebut adalah Nawaisnaini Uswatun Khasanah, mahasiswa Program Studi Tata…

Fapet UGM Hadirkan Farm Tourism Holiday untuk Sarana Edukasi Anak-anak

PUSAT Pengembangan Ternak (PPT) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menghadirkan program FarmTourism Holiday pada pertengahan 2026 sebagai sarana edukasi peternakan bagi anak-anak. Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc.,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur Jadi Pengacara Febrie

  • July 23, 2026
Alasan Kesehatan, Hotman Paris Mundur Jadi Pengacara Febrie

Tim Peneliti UGM Kembangkan Lulur Mandi dari Garam Pantai Selatan

  • July 23, 2026
Tim Peneliti UGM Kembangkan Lulur Mandi dari Garam Pantai Selatan

Benahi Transportasi Jabar, Gubernur  Evaluasi Angkot Tua

  • July 23, 2026
Benahi Transportasi Jabar, Gubernur  Evaluasi Angkot Tua

Sleman Gelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Kompleks Candi Prambanan

  • July 23, 2026
Sleman Gelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Kompleks Candi Prambanan

Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Dua Mahasiswa UNY Raih Beasiswa

  • July 23, 2026
Lestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Dua Mahasiswa UNY Raih Beasiswa

Timnas Voli Indonesia Gilas Kamboja 3-0 di Laga Pembuka

  • July 22, 2026
Timnas Voli Indonesia Gilas Kamboja 3-0 di Laga Pembuka