44.972 Peserta UM UGM CBT Perebutkan 3.729 Kursi

SEBANYAK 44.972 peserta UM UGM CBT (Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada Computer Based Test) mengikuti ujian yang berlangsung sejak Senin (2/6) hingga Senin (8/6).

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D., menjelaskan UM UGM CBT tahun ini mencakup 93 program studi sarjana dan sarjana terapan.

Menurut dia tingginya jumlah peserta tidak berpengaruh terhadap kuota penerimaan mahasiswa baru yang tetap mengikuti daya tampung yang telah ditetapkan universitas.

“Dari total peserta yang mengikuti seleksi, hanya sekitar 3.729 peserta yang nantinya akan diterima melalui jalur mandiri. Kondisi tersebut membuat persaingan pada sejumlah program studi menjadi sangat ketat,” kata Gandes.

Program studi favorit

Menurut dia, kebanyakan para peserta memilih lokasi ujian di Yogyakarta dengan jumlah mencapai 40.190 orang, sementara 4.782 peserta lainnya mengikuti ujian di Jakarta.

Gandes menyebutkan bahwa program studi Kedokteran, Manajemen, dan Hukum masih menjadi pilihan utama peserta UM UGM CBT tahun ini.

BACA JUGA  Pandemi Covid-19 Dinilai Ganggu Penanganan TBC dan HIV

Selain itu, beberapa program studi juga mengalami peningkatan jumlah peminat dibandingkan tahun sebelumnya, di antaranya Kedokteran Gigi dan Hukum.

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan bahwa calon mahasiswa semakin mempertimbangkan prospek dan minat akademik dalam menentukan pilihan studi. Sementara itu, materi yang diujikan dalam UM UGM CBT tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Mata ujinya tetap sama seperti tahun lalu, meskipun soal yang digunakan tentu berbeda pada setiap pelaksanaan seleksi,” jelasnya.

Peserta disabilitas

Selain memastikan kualitas pelaksanaan seleksi, UGM juga memberikan perhatian khusus kepada peserta disabilitas yang mengikuti UM UGM CBT 2026.

Kepala Unit Layanan Disabilitas UGM, Wuri Handayani, menjelaskan bahwa peserta disabilitas netra ditempatkan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) agar dapat memperoleh pendampingan yang lebih optimal selama ujian berlangsung.

UGM telah menyiapkan komputer yang dilengkapi aplikasi pembaca layar untuk membantu peserta membaca soal berbasis teks. Namun, untuk soal yang masih memuat gambar atau ilustrasi visual, peserta tetap memerlukan bantuan pendamping untuk membacakan informasi yang tidak dapat diakses melalui aplikasi tersebut.

BACA JUGA  Tim Dosen UGM Cegah Penyakit Cacingan pada Ternak Domba


“Karena masih ada beberapa soal berbentuk gambar, setiap peserta netra didampingi satu orang pendamping yang membantu menarasikan informasi visual yang tidak dapat dibaca oleh screen reader,” terangnya.

Siapkan klaster server

Sementara Direktur Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UGM, Prof. Dr. Ir. Ridi Ferdiana, S.T., M.T., IPM., menjelaskan bahwa pelaksanaan UM UGM CBT tahun ini melibatkan infrastruktur yang tersebar di dua lokasi ujian yakni Yogyakarta dan Jakarta.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, UGM menyiapkan klaster server berkinerja tinggi yang didukung arsitektur cloud terkelola. Seluruh server juga dilengkapi sistem cadangan guna menjaga ketersediaan layanan selama ujian berlangsung.

Selain itu, ribuan perangkat komputer yang digunakan peserta telah melalui proses standardisasi, pemeriksaan, dan pengamanan sebelum digunakan.

“Pelaksanaan UM UGM CBT yang melibatkan hampir 45 ribu peserta merupakan salah satu operasi teknologi informasi terbesar yang kami jalankan di lingkungan akademik,” ujarnya, Jumat (5/6).

BACA JUGA  Mahasiswa Larang Pratikno Masuk Kampus UGM

Tantangan kecurangan sekarang

Perkembangan teknologi digital turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan UM UGM CBT tahun ini. Menurut Ridi, tantangan yang dihadapi tidak lagi sebatas praktik mencontek konvensional, tetapi juga pemanfaatan perangkat mikro yang terhubung dengan teknologi kecerdasan buatan.

Perangkat seperti kacamata pintar, kamera tersembunyi, maupun alat komunikasi berukuran sangat kecil berpotensi digunakan untuk membantu peserta memperoleh jawaban dari luar ruang ujian.

Karena itu, UGM memperketat pemeriksaan terhadap barang bawaan dan aksesori elektronik yang dibawa peserta sebelum memasuki ruang ujian.

“Perkembangan teknologi seperti generative AI menghadirkan tantangan baru yang harus kami antisipasi melalui kombinasi pengamanan teknologi dan pengawasan yang lebih ketat,” ungkapnya. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

Fakultas Peternakan UGM Gelar Uji Kompetensi Formulator Pakan

FAKULTAS Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Formulator Pakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 321 Tahun 2017. Kegiatan yang diikuti 41 peserta itu…

Komisi X DPR RI Cari Masukan RUU Sisdiknas di UPI

PENYUSUNAN Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) diharapkan menjadi momentum untuk menjawab berbagai persoalan mendasar pendidikan Indonesia, mulai dari tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), penataan kebutuhan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Komedian Temon Meninggal Dunia

  • July 12, 2026
Komedian Temon Meninggal Dunia

Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

  • July 12, 2026
Tekuk Swiss, Argentina Ditunggu Inggris di Semifinal

Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

  • July 12, 2026
Brace Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

  • July 11, 2026
Spanyol Ngeri-ngeri Sedap Tantang Prancis di Semifinal

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

  • July 11, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka Kasus TPPU

Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus

  • July 11, 2026
Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus