Fapet UGM Dapat Hibah Fasilitas Layer Cage-Free

FAKULTAS Peternakan UGM menerima hibah ayam petelur (layer) sistem cage-free dari Japfa Comfeed Indonesia, Selasa. Hibah fasilitas layer cage-free yang diserahkan di kampus Fakultas Peternakan ini kata Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, selanjutnya menjadi pusat inovasi akademis yang bermanfaat  bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

“Mahasiswa dapat belajar langsung mengenai praktik terbaik dalam kesejahteraan hewan, sehingga menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan industri peternakan ke depan,” ungkapnya.

Hibah ayam petelur cage-free ini, katanya merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan di lingkungan akademik.

Hibah ayam cage-free ini tidak hanya menjadi sarana produksi, tetapi juga fasilitas penelitian untuk mengkaji metode pemeliharaan ayam yang paling efektif dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Proyek Elegtec Ingin Bangun Pusat Unggulan Teknologi Kulit

Laboratorium hidup

COO Poultry Indonesia, JAPFA, Arif Widjaja, mengatakah fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tetapi juga sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan.

“Pada tahap awal, kami menargetkan populasi 1.500 ayam petelur dengan potensi produksi sekitar 1.275 telur per hari,” katanya.

JAPFA katanya juga mendukung pakan berkualitas serta sistem monitoring pertumbuhan dan kesehatan ternak. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendorong inovasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya produk pangan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Kolaborasi Perguruan tinggi dengan Industri

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri merupakan sebuah kebutuhan.

BACA JUGA  Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak

Ia mengatakan hibah ayam petelur (layer) sistem cage-free bisa memacu pengembangan riset dan laboratorium terutama bagi mahasiswa Fapet UGM.

“Pemerintah saat ini fokus dalam pengembangan ketahanan pangan. Harapannya nanti bisa turut meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” harap Arief. (AGT/M-01)

Related Posts

2.995 Peserta Ikuti UTBK di UPN Veteran Yogyakarta

UNIVERSITAS Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menyelenggarakan UjianTulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 21-27 April. UTBK yang diadakan di Kampus 2 UPN Veteran Yogyakarta di…

100 Peserta dari 15 Negara Ikuti Kursus Singkat Agrikultur di UGM

SEBANYAK 100 peserta dari 15 negara mengikuti kursus singkat agrikuktur yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Pertanian UGM 6-18 April melalui sessi daring dan luring. “Short Course in the Agri-Food Sector 2026:…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Usut Impor HP Ilegal dari China, Bareskrim Geledah PT TSL Sidoarjo

  • April 21, 2026
Usut Impor HP Ilegal dari China, Bareskrim Geledah PT TSL Sidoarjo

Samator Jinakkan Garuda Jaya di Leg I Perebutan Posisi Tiga

  • April 21, 2026
Samator Jinakkan Garuda Jaya di Leg I Perebutan Posisi Tiga

Dukung WFH, Telkomsel Hadirkan Beragam Promo Internet

  • April 21, 2026
Dukung WFH, Telkomsel Hadirkan Beragam Promo Internet

Fapet UGM Dapat Hibah Fasilitas Layer Cage-Free

  • April 21, 2026
Fapet UGM Dapat Hibah Fasilitas Layer Cage-Free

2.995 Peserta Ikuti UTBK di UPN Veteran Yogyakarta

  • April 21, 2026
2.995 Peserta Ikuti UTBK di UPN Veteran Yogyakarta

100 Peserta dari 15 Negara Ikuti Kursus Singkat Agrikultur di UGM

  • April 21, 2026
100 Peserta dari 15 Negara Ikuti Kursus Singkat Agrikultur di UGM