Mengantisipasi Musim Hujan

Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto kejadian Kepala BNPB Suharyanto menangani bencana banjir di Bali.
Warga melintasi banjir yang melanda Bali. (Dok.Ist)

MUSIM hujan telah tiba. Di negeri ini, itu bukan sekadar fenomena cuaca, tapi juga bencana. Di Jakarta, pekan lalu, misalnya, hujan yang turun hanya beberapa jam , telah menggenangi kawasan Mampang dan Kemang. Di kawasan Pondok Indah dan Dharmawangsa, sejumlah pohon tumbang dan menimbulkan korban jiwa. Di Sukabumi, Jawa Barat, dan daerah-daerah lainnya, banjir bandang menerjang, menggenangi sawah dan pemukiman.

Hujan yang semakin sering turun akhir-akhir ini dan kadang disertai sambaran petir dan angin kencang, menjadi peringatan agar kita waspada. Itu kode alam. Lembaga pemantau cuaca, Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun telah mewanti-wanti, termasuk kemungkinan potensi ancaman siklon tropis dari wilayah selatan Indonesia.

BACA JUGA  BPBD Jabar Catat Enam Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor dalam Sepekan

Menyikapi hal ini, kita sebagai anggota masyarakat harus waspada. Pohon tua dan mulai rapuh, sebaiknya dipangkas. Begitu pula sungai dan selokan yamg tersumbat, segera dibersihkan. Kelihatannya sederhana, tapi terkadang kita malas melakukannya. Otoritas yang berwenang tentu harus menjadi garda terdepan, namun warga pun bisa berswadaya, minimal mau membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.

Banjir dan perubahan iklim

Sejumlah bencana, seperti banjir dan tanah longsor yang hampir setiap hari wara-wiri di beranda media sosial, mestinya membuat kita tergerak agar tidak terdampak bencana serupa. Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengadakan seminar atau simposium. Harus ada aksi nyata untuk mengantisipasinya, baik jangka pendek, menengah, maupun di masa depan.

BACA JUGA  BNPB Salurkan Dana Siap Pakai Rp1,1 Miliar untuk Banjir Ternate

Para ahli mengatakan, sejumlah bencana hidrometeorologi ini disebabkan oleh perubahan iklim. Banjir yang menerjang Tiongkok, Vietnam, Filipina, Singapura, hingga New York, adalah bukti bahwa ini merupakan fenomena global, yang mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus diantisipasi sejak di tingkat lokal.

Bencana atau musibah memang dapat terjadi kapan dan dimana saja, tapi kita sebagai

BNPB menyatakan bahwa data terkini ada sebanyak 16 orang meninggal dunia dan ratusan warga mengungsi akibat banjir di Bali.
Banjir melanda Bali. (Dok.Ist))

manusia bisa mengantisipasi dan meminimalkan dampaknya. Yuk, dari pada sibuk sekral-sekrol menghabiskan waktu nonton konten gak jelas, mending gotong-royong, kerja bakti membersihkan comberan atau got yang mampet di depan rumah. (Adi)

BACA JUGA  UPI Bebaskan UKT Mahasiswi Korban Banjir Bandang di Sumbar

Adiyanto

Wartawan Mimbar Nusantara

Related Posts

Kasus Korupsi HGB ATR/BPN, Monopoli Kewenangan dan Lemahnya Sistem

KASUS dugaan korupsi penyalahgunaan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kementerian Agraria/Tata Ruang Nasional semakin menunjukkan betapa pentingnya penguatan transparansi dan pengawasan publik terhadap administrasi pertanahan. Monopoli kewenangan yang dimiliki…

Mengapa Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berselisih Jauh

TERJADI perbedaan jumlah penduduk miskin  Indonesia antara data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data yang dimiliki Bank Dunia. BPS menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia pada Maret 2026 sebesar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

  • September 23, 2026
Antar 730 UMK Raih Sertifikat Halal, BRI Sabet Penghargaan

Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

  • September 23, 2026
Gandeng TBHF dan NAMA, UGM Dirikan Pusat Inovasi Kemanusiaan

Reuni dengan STY di Persija, Marcelino Siap Unjuk Kemampuan

  • September 23, 2026
Reuni dengan STY di Persija, Marcelino Siap Unjuk Kemampuan

Java United Sesali Kasus Diskriminasi STY dan Serahkan ke Komdis

  • September 23, 2026
Java United Sesali Kasus Diskriminasi STY dan Serahkan ke Komdis

Walkot Bandung Pastikan Pasien Influenza tak Ditolak Rumah Sakit

  • September 23, 2026
Walkot Bandung Pastikan Pasien Influenza tak Ditolak Rumah Sakit

BKSPTIS dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan

  • September 22, 2026
BKSPTIS  dan Aptik Dorong Ekosistem Pendidikan Tinggi Berkeadilan