Rendahnya Literasi dan Kesadaran Masyarakat jadi Celah Penipuan

  • Opini
  • November 12, 2024
  • 0 Comments

PESATNYA perkembangan teknologi saat ini petut dicermati. Pasalnya perkembangan tersebut ibarat pedang bermata dua. Jika tidak diiringi dengan literasi digital dan keuangan yang memadai, pesatnya perkembangan tersebut akan memberikan spill negative over bagi para pengguna.

Jika dilihat dari literasi keuangan tahun 2024, hasil survei OJK menunjukkan bahwa indeks inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai 75,02%. Namun demikian indeks literasi keuangan masih berada pada angka 65,43% yang berarti masih ada kesenjangan antara indeks inklusi keuangan dan literasi keuangan.

Rendahnya literasi dan kesadaran masyarakat di tengah pertumbuhan inklusivitas menjadi penyebab utama maraknya penipuan melalui platform digital yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Hal itu dilakukan melalui berbagai cara dan modus untuk mengakses dengan meretas perangkat pelanggan. Tentu saja hal itu kepentingan pribadi dan dapat merugikan konsumen.

BACA JUGA  Kemkomdigi Uji Coba Digitalisasi Perlinsos dengan AI

Dari sini menunjukkan masih terbuka lebar bagi pemangku kebijakan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran konsumen dalam pengguaan layanan keuangan terutama agar terhindar dari risiko seperti kejahatan siber, sosial engineering dan mengalami kesenjangan layanan yang akhirnya dapat menurunkan kepercayaan konsumen terhadap laju pertumbuhan ekonomi.

Perkuat sinergi

Untuk itu Bank Indonesia harus terus memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan lainnya yang terkait dengan pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan jasa sistem pembayaran serta pengambil kebijakan. Salah satunya dengan memperbaharui Peraturan Bank Indonesia nomor 22/20/PBI/2020 tentang perlindungan konsumen Bank Indonesia menjadi Peraturan Bank Indonesia nomor 3 tahun 2023 tentang perlindungan konsumen.

BI bahwa menyadari bahwa amanat Undang Undang P2SK tidak dapat dilakukan oleh setiap lembaga namun harus dilakukan sinergi dan kolaborasi yang terjalin apik untk meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Berkomitmen Tingkatkan Literasi di LPKA

Untuk saat ini, saat mendekati Pilkada serentak, yang harus diwaspadai adalah terjadinya peredaran uang palsu. Pasalnya, peredaran uang palsu dapat menimbulkan inflasi yang mengancam pertumbuhan ekonomi dan merugikan masyarakat.

Dalam hal ini Bank Indonesia perlu menggunakan strategi preventif, preemtif (pre-emptive), dan represif dalam menanggulangi uang palsu sebagai mitigasi risiko peredaran yang palsu di DIY. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Revisi UU P2SK Bisa Perkuat Ekosistem Keuangan Nasional

PEMERINTAH dan DPR telah menyetujui untuk melakukan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Revisi itu ditujukan untuk memperkuat sistem keuangan nasional dan menjaga kepercayaan pasar. Pengesahan revisi UU…

Reformasi Subsidi Energi; Potensi Risiko Bagi Kelas Menengah

RENCANA pemerintah yang akan mengubah skema subsidi energi dari yang sebelumnya berbasis komoditas menjadi berbasis individu dinilai sebagai langkah yang tepat untuk memperbaiki ketepatan sasaran subsidi. Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards