Pemerintah Harus Lindungi Peternak Lokal, bukan hanya Impor Susu

  • Opini
  • November 15, 2024
  • 0 Comments

PEMERINTAH seharusnya memberikan perlindungan yang lebih besar lagi kepada para peternak susu lokal, bukannya melulu memikirkan impor susu. Sebab kurangnya penyerapan produk susu yang dihasilkan oleh peternakan lokal ini karena pemerintah membuka keran impor susu secara besar-besaran.

Akibatnya penyerapan produk susu lokal berkurang dengan alasan kualitas susu yang kurang baik. Akibat rendahnya penyerapan itu pula yang kemudian memicu kemarahan para peternak yang diekspresikan dengan membuang susu produk mereka.

Memang harus diakui daya saing produk susu dalam negeri sangat kurang dibandingkan dengan produk susu dari luar negeri. Ditambah susu yang diimpor dari luar negeri seringkali memiliki harga yang murah dengan kualitas tinggi, contohnya produk susu dari Australia dan Selandia Baru.

Dapat subsidi

Namun hal itu sebenarnya karena peternak mereka mendapat subsidi dan dukungan fasilitas yang lebih banyak dari pemerintah setempat. Selain itu, jumlah susu yang surplus melebihi kebutuhan negara-negara asing tersebut, turut mempengaruhi harga susu yang diproduksi.

BACA JUGA  Peternak Sambut Baik Keputusan Mentan Soal Penyerapan Susu Lokal

Hambatan utama bagi peternak sapi perah dan produsen susu adalah daya saing kompetisi dengan produk susu luar negeri yang memiliki kualitas baik dan harga yang relatif lebih murah. Di banyak negara maju produksi bahan pangan termasuk susu lebih efisien, mendapatkan berbagai subsidi dari pemerintahnya, baik subsidi produksi maupun subsidi untuk ekspor

Dari pandangan sekilas impor susu terlihat baik utamanya karena aktivitas dagang itu dapat menghadirkan susu dengan kualitas yang bagus untuk masyarakat dengan biaya operasional yang murah untuk pengusaha. Akan tetapi apabila ditelisik lebih jauh lagi, hal ini dapat menghancurkan mata pencaharian para peternak sapi di Indonesia.

Pasalnya, membanjirnya susu impor yang dapat menyebabkan produk susu dalam negeri kalah saing dengan produk susu dari luar negeri.

BACA JUGA  Impor Daging dari AS Bisa Matikan Usaha Peternak Lokal

Masalahnya kalau kita tidak melindungi petani dan peternak kita, ama-lama kita jadi negara konsumen. Kalau sudah ketergantungan akan sulit, bayangkan tiba-tiba negara-negara menyetop ekspor mereka.

Tata kelola

Seharusnya, ujarnya pemerintah tidak hanya memperhatikan industri susu dari perspektif pengusaha, akan tetapi juga perspektif dari para peternak sapi. Karena tugas utama dari pemerintah negeri ini adalah untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga negara.

Terlebih lagi, menurut Widodo kualitas produk susu di Indonesia sebenarnya sudah bagus, dan sebenarnya kualitas susu di Indonesia tidak bisa dijadikan alasan untuk membuka keran impor secara besar-besaran.

Secara umum kualitas bukan masalah. Masalahnya ada di tata kelola susu nasional yang membiarkan susu impor mendominasi pasar domestik,” ungkapnya.

BACA JUGA  Tingkatkan Produksi Susu Nasional, Kementan Lirik Kambing Perah

Ada beberapa opsi yang disarankan untuk diterapkan dalam kebijakan pemerintah guna melindungi produsen susu lokal. Pertama, meningkatkan tarif untuk produk impor susu. Kedua, menaruh batas minimum penyerapan susu lokal yang harus dipenuhi IPS. Dengan begitu produk susu lokal akan dapat terserap dengan lebih baik dan lebih merata di Indonesia.

Makanya perlu dibentuk perlindungan praksis pemerintah itu membuat aturan bagi mereka yang diberi lisensi untuk mengimpor, harusnya diberi kewajiban membeli dari peternak lokal supaya nasib para petani dan peternak di Indonesia nasibnya terjamin. (AGT/N-01)

Guru Besar Fakultas Peternakan UGM, Prof. Widodo, S.P., M.Sc., Ph.D,

 

Dimitry Ramadan

Related Posts

Revisi UU P2SK Bisa Perkuat Ekosistem Keuangan Nasional

PEMERINTAH dan DPR telah menyetujui untuk melakukan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Revisi itu ditujukan untuk memperkuat sistem keuangan nasional dan menjaga kepercayaan pasar. Pengesahan revisi UU…

Reformasi Subsidi Energi; Potensi Risiko Bagi Kelas Menengah

RENCANA pemerintah yang akan mengubah skema subsidi energi dari yang sebelumnya berbasis komoditas menjadi berbasis individu dinilai sebagai langkah yang tepat untuk memperbaiki ketepatan sasaran subsidi. Namun, pelaksanaannya perlu dilakukan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

  • June 27, 2026
TNI AL Kirim Personel ke Italia untuk Jadi Awak Kapal Induk Garibaldi

Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

  • June 27, 2026
Belgia dan Mesir Lolos, Iran Tunggu Antrean, Selandia Baru Nangis di Pojokan

Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

  • June 27, 2026
Tanjung Verde Cetak Sejarah, Spanyol Bikin Uruguay Merana

Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards

  • June 27, 2026
Sederet Tokoh Bangsa Dapat Penghargaan HPN Awards