NPC Indonesia Bangga Bisa Menggunakan Mills ke Paralimpiade Paris

INDONESIA  akhirnya resmi bekerja sama dengan produk apparel dalam negeri, yakni Mills. Nantinya semua produk Mills akan dikenakan oleh kontingen NPC Indonesia, salah satunya yang akan terjun di ajang Paralimpiade Paris 2024.
Ketua NPC Indonesia Senny Marbun saat menandatangani kerjasama, menyatakan kebanggaannya bisa mendukung merek dalam negeri untuk kegiatan olahraga yang diikuti segenap atlet NPC Indonesia.

” Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kerja sama NPC Indonesia dengan PT Mitra Kreasi Garmen ( MKG ), yang jadi perusahaan pembuat produk Mills akhirnya terjalin,” kata dia usai menandatangani kesepakatan berasama  Dirut MKG, Tjen Stevendy di Solo, Senin (1/7).

Ia menegaskan, NPC Indonesia bangga menggunakan Mills yang merupakan made in Indonesia, yang merupakan asli karya anak bangsa. Dan semoga kedepannya Mills semakin besar, dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bangga menggunakan produknya.

NPC Indonesia, sudah menggunakan Mills untuk kostum atlet Indonesia sejak 2021 saat terjun di Paralimpiade Tokyo. “Ada faktor lucky ketika kami ikut kejuaraan ini. Saat itu kami dapat dua emas. Harapannya semoga dengan menggunakan Mills lagi, kami bisa mendapatkan dua emas atau lebih di Paralimpiade Paris nanti,” Timpal Seny.

BACA JUGA  Fadli Akui Kesulitan Imbangi Wakil Eropa di Paralimpiade

Senada diungkap Wasekjen NPC Indonesia Rima Fedianto yang menyebut, produk Mills akan digunakan di Paralimpiade Paris. Baik oleh atlet, pelatih, hingga tim official Indonesia di kejuaraan dunia tersebut.

“Waktu di Paralimpiade Tokyo kami juga sudah mengenakan Mills untuk seragam kontingen. Setelah itu kami pakai apparel ini lagi pada ajang ASEAN Para Games di Solo dan juga Kamboja,” ucap Rima.

Ia tuturkan, saat NPC Indonesia bertemu dengan Presiden Joko Widodo) dengan mengenakab kostim Mills, juga menyatakan kebanggaannya, produk dalam negeri yang bagus, dan bukan dari luar negeri.

NPC Indonmedia mendorong  Mills semakin besar kedepan, sehingga produk-produk semakin beraneka, baik untuk atlet olahraga disabilitas dan NPC Indonesia dan produk lain seperti kemeja polo, dan produk casual lainnya yang cocok untuk digunakan di dalam kantor.

Bahkan, lanjut dia, keberadaan Paralympic Training Center yang ada di Karanganyar, Jawa Tengah, nantinta di salah satu titik bisa dibangun Mills Store official .

BACA JUGA  Jadi CdM Kontingan Indonesia ke Paralimpiade Paris, Jamintel Reda Diharap Bisa Memotivasi Atlet

Kerja sama NPC Indonesia dan juga Mills juga tidak hanya akan berjalan hingga Paralimpiade 2024 di Kota Paris, Prancis saja, namun akan berjalan hingga ke Paralimpiade Los Angeles 2028.

Sedang Direktur Utama PT. Mitra Kreasi Garmen Tjen Stevendy Tjen juga menyatakan rasa bangga dengan kerja sama ini. “Kami bangga kerja sama dengan NPC Indonesia. Kami harap atlet Indonesia bangga menggunakan produk asli Indonesia, terlebih nanti mereka akan berjuang melawan atlet-atlet dunia,” kata dia.

Harapan Mills bisa ikut membuat mereka jadi lebih pede atau percaya diri. Apalagi banyak spekulasi yang menyebut Mills adalah produk dari luar negeri, padahal itu salah besar. Produk ini dibuat dari awal hingga hingga menjadi produk jadi menggunakan bahan dan pekerja dari Indonesia, dan dikerjakan di Indonesia pula.

” Kami sudah mensupport klub Liga 3 dan esport. Tak hanya itu jersey Mills juga digunakan oleh pemain Bali United dan Dewa United yang terjun di ajang basket (IBL, kompetisi profesional Liga basket di Indonesia), pemain dari klub Tranmere Rovers dari Liga Inggris juga memakai produk Mills,” sergah dia.

BACA JUGA  Indonesia Layak Gelar World Abilitysport Games 2025

Sejauh ini, Mills juga mampu bersaing di Eropa, karena kualitasnya sudah dianggap kelas dunia. Yang jelas
Blbrand Mills yang berdiri 2018 lalu tumbuh dari sebuah keresahan dimana banyak event nasional maupun internasional digelar di Indonesia, namun pihak terkait menggunakan produk dari luar negeri.

” Cukup ironis mengingat banyak produk besar luar negeri ternyata diproduksi di Indonesia.Bahkan  di Amerika ada brand centang dan di Jerman ada brand tiga garis, kami berharap di Indonesia ada brand yang bisa ikut berjuang di dunia bisnis sport yang ikut membawa harum nama Indonesia,” jelas Steven ( WID/W-01)

bowo prasetyo

Related Posts

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

TIM voli Jakarta Garuda Jaya harus mengakui keunggulan Foolad Sirjan Iranian pada hari kedua AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 pada Kamis (15/05/2026). Dalam duel di GOR Terpadu A. Yani,…

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

KLUB Jepang, Jtekt Stings Aichi masih terlalu tangguh bagi Nakhonratchasima 3M Film. Saat menghadapi wakil Thailand itu pada laga hari kedua AVC Men’s Volleyball Champions League 2026  pada Kamis (14/05/2026),…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

  • May 14, 2026
Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

  • May 14, 2026
Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • May 14, 2026
Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas