Komisi X DPR RI Cari Masukan RUU Sisdiknas di UPI

PENYUSUNAN Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) diharapkan menjadi momentum untuk menjawab berbagai persoalan mendasar pendidikan Indonesia, mulai dari tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), penataan kebutuhan guru nasional, hingga keberlanjutan arah pembangunan pendidikan.

Isu-isu strategis tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kamis (9/7), yang merupakan tindak lanjut Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Forum Rektor Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKNI) pada Desember 2025.

Kunjungan kerja yang berlangsung di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI tersebut dipimpin Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian serta dihadiri jajaran anggota Komisi X, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, LLDIKTI Wilayah IV, pimpinan perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Barat (Jabar).

Masukan akademis

Forum ini menjadi ruang strategis untuk menghimpun masukan akademik terhadap substansi RUU Sisdiknas agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan nasional secara komprehensif.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi menyoroti perlunya penyempurnaan tata kelola PTNBH agar kembali pada filosofi dasarnya sebagai instrumen penguatan otonomi akademik, bukan semata perubahan skema pembiayaan.

BACA JUGA  Mahasiswi Korban Banjir Dapat Pembebasan UKT dari UPI

“PTNBH itu gagasan utamanya adalah fleksibilitas dan otonomi sehingga perguruan tinggi dapat lebih leluasa mencapai tujuannya, yaitu memberikan layanan pendidikan berkualitas, terutama yang berkelas dunia,” terangnya.

Menurut Didi, selain tata kelola perguruan tinggi, UPI juga menekankan pentingnya reformasi sistem penyiapan guru melalui penguatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta sinkronisasi antara kebutuhan daerah dengan kapasitas lembaga penghasil tenaga pendidik.

Tidak timpang

Perencanaan kebutuhan guru harus disusun secara terpadu melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi agar tidak lagi terjadi ketimpangan distribusi maupun ketidaksesuaian bidang studi lulusan dengan kebutuhan sekolah.

“UPI juga mengusulkan penyusunan Rencana Induk Pendidikan Nasional sebagai arah pembangunan pendidikan jangka panjang yang konsisten lintas periode pemerintahan,” jelasnya.

Didi menyebut, berbagai program pendidikan yang baik sering kali tidak berlanjut karena perubahan kebijakan, sehingga Indonesia memerlukan peta jalan nasional yang menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita membutuhkan rencana induk pendidikan. Negara lain seperti Vietnam mampu menjaga konsistensi kebijakan pengembangan literasi meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Konsistensi seperti inilah yang perlu kita bangun agar kualitas sumber daya manusia Indonesia terus meningkat,” tuturnya.

BACA JUGA  Pentingnya Penguatan Higher Order Thinking Skill Melalui Pembelajaran Fisika pada Pendidikan Vokasional

Fondasi pendidikan nasional

Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa masukan dari kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan RUU Sisdiknas sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut di Badan Legislasi DPR RI.

Berbagai isu yang mengemuka dalam forum, seperti tata kelola pendidikan tinggi, penguatan fungsi LPTK, penataan guru, serta optimalisasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen, akan menjadi perhatian dalam penyusunan regulasi agar mampu meningkatkan mutu sekaligus memperluas akses pendidikan di Indonesia.

“Kami juga menegaskan pentingnya sistem perencanaan kebutuhan guru yang lebih terintegrasi sehingga rekrutmen, distribusi dan peningkatan kesejahteraan guru dapat dilakukan secara lebih terarah,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, S.E. menekankan bahwa RUU Sisdiknas perlu menghadirkan Rencana Induk Pendidikan (RIP) sebagai fondasi pembangunan pendidikan nasional. Keberadaan RIP akan memastikan setiap jenjang, jalur, dan jenis pendidikan memiliki arah pengembangan yang jelas sehingga tujuan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Alumni 2024 Kampus UPI Cibiru Raih Beasiswa di NDHU Taiwan

“Kami juga menyoroti pentingnya penyelarasan antara lulusan LPTK dengan kebutuhan riil tenaga pendidik di lapangan agar persoalan kelebihan maupun kekurangan guru dapat diminimalkan,” sambungnya.

Beri kontribusi

Melalui forum ini, UPI kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi kependidikan yang aktif memberikan kontribusi akademik terhadap penyusunan kebijakan publik di bidang pendidikan. Berbagai rekomendasi yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat substansi RUU Sisdiknas sehingga mampu melahirkan sistem pendidikan nasional yang lebih adaptif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia.

Upaya tersebut sekaligus mendukung terwujudnya Pendidikan yang Berkualitas melalui penguatan tata kelola pendidikan, serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan masa depan pendidikan nasional. (zahra/M-01)

Related Posts

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

PERASAAN haru, tak bisa disembunyikan Pramanda Arif Setiawan ketika menerima ijazah Sarjana milik Taranda Finuri A’raf Habib al Furqon. Taranda, lulusan program Sarjana (S1) Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas…

Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

SEJUMLAH kyai pengasuh pondok pesantren menegaskan pentingnya Nahdlatul Ulama (NU) untuk kembali ke khittah sebagai organisasi sosial keagamaan yang independen, bebas dari benturan politik praktis, serta berakar pada jamaah. Penegasan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

  • August 24, 2026
Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

  • August 24, 2026
Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

  • August 24, 2026
Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

  • August 24, 2026
PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

  • August 24, 2026
Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

  • August 24, 2026
Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah