Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

TIM mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) yang terdiri dari terdiri atas Syahid Ma’ashum, Bangkit Setiyoko dan Naysilla Njenar Mahesa Prihriyanto,  berhasil meraih gelar Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition yang diselenggarakan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.

Dalam kompetisi tersebut, tim UGM mengangkat gagasan pengembangan agribisnis sapi perah berkelanjutan melalui penguatan generasi muda.

Gagasan itu berangkat dari tantangan industri persusuan nasional, khususnya ketergantungan terhadap pasokan susu luar negeri dan persoalan regenerasi peternak.

Ketua tim, Syahid Ma’ashum, mengatakan peningkatan produksi susu perlu diikuti dengan penguatan peternak sebagai pelaku utama. Generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa inovasi, teknologi, dan pendekatan bisnis baru ke sektor sapi perah.

“Generasi muda tidak hanya perlu didorong untuk meneruskan usaha peternakan keluarga, tetapi juga mengembangkan peternakan sebagai bisnis modern melalui pemanfaatan teknologi, pencatatan data produksi, efisiensi pakan, manajemen usaha, serta penguatan akses pasar,” kata Syahid, Senin (24/8).

Pentingnya kolaborasi

Gagasan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara peternak, koperasi, perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk membangun ekosistem agribisnis sapi perah yang produktif dan berkelanjutan.

Dosen pembimbing tim, Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM., mengatakan bahwa proses pendampingan diarahkan untuk membantu mahasiswa mempertajam permasalahan, membangun argumentasi ilmiah, serta menghubungkan gagasan dengan kondisi nyata sektor peternakan Indonesia.

“Kompetisi seperti ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyusun gagasan berbasis permasalahan nyata. Yang terpenting bukan hanya hasil kompetisinya, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menawarkan gagasan yang relevan dan dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan peternakan ke depan,” ujar Galuh.

Keberhasilan itu diharapkan mendorong mahasiswa Peternakan UGM lainnya untuk terus menghasilkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai tantangan sektor peternakan nasional. (AGT/M-01)

Related Posts

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

GUBERNUR DIY KGPAA Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan istilah ‘kesatuan gerak’ dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak sekadar dimaknai sebagai kesatuan antarpengurus ataupun antarjenjang organisasi. Lebih dari itu,…

9.030 Mahasiswa KKN Undip Kembali ke Kampus

SEBANYAK 9.030 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kembali ke kampus setelah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di berbagai wilayah. Mereka membawa beragam inovasi dan program yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

  • August 24, 2026
Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

  • August 24, 2026
Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

  • August 24, 2026
Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

  • August 24, 2026
PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

  • August 24, 2026
Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

  • August 24, 2026
Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah