Gerakan Nurani Bangsa Desak Tetapkan Bencana Nasional

INDONESIA kembali berduka. Banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November telah menimbulkan korban sangat besar. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025 pukul 23.28 WIB mencatat 744 orang meninggal, 551 orang hilang, 2.600 orang luka-luka, serta 3,3 juta warga terdampak. Sekitar 1,1 juta orang di antaranya terpaksa mengungsi.

Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan duka mendalam dan solidaritas bagi seluruh warga yang menjadi korban bencana tersebut. Lembaga itu menilai besarnya skala bencana menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia secara arif dan berkelanjutan.

“Bencana ini menjadi cerminan kebodohan, ketidakpedulian, dan keserakahan manusia terhadap kelestarian alam,” demikian pernyataan Gerakan Nurani Bangsa, Rabu (3/12).

BACA JUGA  KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan Sumut

Melihat masifnya kerusakan, mulai dari rusaknya ribuan rumah, fasilitas publik, hilangnya ternak, kelangkaan bahan pokok, hingga terputusnya akses komunikasi dan transportasi, Gerakan Nurani Bangsa mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi. Mereka menilai bencana ini patut ditetapkan sebagai Bencana Nasional, sehingga penanganan dapat dilakukan secara komprehensif dan terpusat.

Mobilisasi sumber daya nasional, menurut mereka, perlu dilakukan maksimal mengingat keterbatasan kapasitas pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Gerakan Nurani Bangsa desak pengetatan kebijakan lingkungan

Selain itu, Gerakan Nurani Bangsa menyoroti pentingnya pengetatan kebijakan dan peraturan lingkungan hidup. Mereka menilai bencana tidak menutup kemungkinan dipicu oleh pelanggaran aturan lingkungan yang didorong oleh eksploitasi alam berlebihan.

BACA JUGA  Bhabinkamtibmas Mediasi Sengketa Tanah Warisan di Maduma

Dalam kesempatan itu, Gerakan Nurani Bangsa mengapresiasi berbagai pihak yang telah bergerak cepat memberikan bantuan, sekaligus mengimbau masyarakat luas untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan.

“Aksi nyata sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban dan menjaga persatuan sesama anak bangsa,” tulis pernyataan tersebut.

Gerakan Nurani Bangsa digerakkan oleh sejumlah tokoh lintas agama dan intelektual, antara lain Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Prof. M. Quraish Shihab, KH Ahmad Mustofa Bisri, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Komariah Nurcholish Madjid, Romo Franz Magnis-Suseno, Prof. Amin Abdullah, Bhikkhu Pannyavaro Mahathera, Alissa Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Supelli, Pendeta Jacky Manuputty, Pendeta Gomar Gultom, dan sejumlah tokoh lainnya. (*/S-01)

BACA JUGA  BLTS untuk Korban Bencana di Sumatra Capai 88 Persen

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dewan Juri dan MC di LCC Empat Pilar Kalbar Resmi Dinonaktifkan

SEKRETARIAT Jenderal MPR RI meminta maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu…

Maung Garuda Prabowo Curi Perhatian di KTT ASEAN

ADA yang berbeda dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri kali ini. Hal itu karena Presiden Prabowo memilih menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali

  • May 13, 2026
Menjelajahi Bangkai Kapal Perang Dunia II di Perairan Tulamben Bali