Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu, Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

SEKOLAH swasta Harapan Ibu memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) penuh selama sepekan ke depan. Keputusan itu diambil agar tidak menggangu kegiatan belajar mengajar para murid dan guru menyusul ditemukannya 995 senjata di salah satu ruangan di sekolah tersebut.

“Kami sudah memutuskan untuk menerapkan PJJ total selama satu minggu untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah,” kata uasa hukum yayasan, Hermawanto di Jakarta, Minggu.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin (10/8) hingga Jumat (14/8). Penerapan PJJ dilakukan agar tidak mengganggung proses belajar dan untuk memastikan keselamatan para peserta didik di tengah proses pemeriksaan di lingkungan sekolah.

Menurut Hermawanto, pihak sekolah belum mengetahui secara pasti kondisi di dalam sejumlah ruangan yang masih tertutup. Selain itu, terdapat pula ruangan yang masih berada dalam garis polisi.

BACA JUGA  Mitra Dapur MBG Kalibata Kembali Beroperasi

“Masih ada ruangan yang tertutup, masih ada ruangan yang kami tidak tahu di dalam isinya apa,” ujar Hermawanto.

Beri rasa aman

Hal serupa dikatakan kuasa hukum yayasan lainnya, Alvon Kurnia Palma mengatakan, penerapan PJJ dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para siswa.

“Atas kondisi itu orang tua meminta kepada sekolah dan kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak sementara waktu sekolah itu PJJ atau pendidikan jarak jauh,” kata Alvon.

Alvon menjelaskan, PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan langkah sementara agar peserta didik tetap dapat belajar dalam situasi yang aman.

“Tujuannya lebih kepada memastikan anak-anak itu belajar secara aman,” tegas Alvon.

BACA JUGA  Bupati Garut Soroti Kesenjangan Partisipasi Sekolah Swasta

Lakukan sterilisasi

Selain itu, kebijakan PJJ dilakukan sebagai upaya memperhatikan kondisi psikologis dan keamanan peserta didik. Pihak yayasan tidak ingin persoalan yang sedang terjadi di lingkungan sekolah membuat anak-anak takut ketika harus kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

Alvon berharap, selama kebijakan PJJ berlangsung, polisi dapat melakukan proses pemeriksaan dan pengamanan di lingkungan sekolah sehingga kondisi sekolah bisa dipastikan aman sebelum siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Kami sangat mendorong agar aparat kepolisian itu untuk segera bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat yang mungkin kami tidak ketahui,” kata Alvon.

Selain itu, Alvon juga meminta agar para siswa tidak dikaitkan dengan persoalan yang sedang terjadi di lingkungan sekolah.

Minta pendampingan KPAI

Kuasa hukum yayasan lainnya, Annisa meminta perlindungan dan pendampingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) guna melindungi para murid. Selain itu, yayasan juga tengah membangun komunikasi dengan Komisi III dan Komisi X DPR RI.

BACA JUGA  Polisi Berkomitmen Usut Tuntas Kasus Temuan Senjata di Sekolah Swasta di Jaksel

“Yayasan berharap mendapat petunjuk mengenai situasi yang dialami saat ini supaya saat sekolah mengambil langkah untuk kepentingan para peserta didik,” ujar Annisa.

Sebelumnya diberitakan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap 996 senjata mulai dari dari senapan angin, airsoft gun sampai senjata api, beserta anunisi dan aksesorisnya di salah satu ruangan sekolah swasta tersebut. Selain itu juga ditemukan vcd porno, narkoba jenis sabu dan ganja. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

PERSIJA Jakarta berhasil merebut kembali posisi puncak klasemen sementara Super League. Kesuksesan itu didapat tim Macan Kemayoran setelah menumbangkan Persebaya Surabaya 1-0 di Stadion Jakarta Internasional Stadium, Sabtu (7/11) malam…

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

KEJAKSAAN Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menahan seorang pimpinan sebuah bank pelat merah di Sleman berinisial HSU. Kasi Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo menjelaskan dalam menangani kasus itu mereka memeriksa saksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

  • November 8, 2026
BPPTKG DIY Catat Puncak  Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

  • November 8, 2026
Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

  • November 8, 2026
OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

  • November 7, 2026
Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

  • November 7, 2026
Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School