PPP Kembali Pecah, Kader Bingung Soal Ketua Umum Sah

PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) kembali dilanda prahara internal setelah Muktamar ke-10 yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/9). Dalam forum tersebut muncul dua klaim berbeda soal kepemimpinan, sehingga memicu kekhawatiran akan terulangnya dualisme partai.

Kubu pertama menyatakan Muhammad Mardiono resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum melalui keputusan aklamasi oleh Steering Committee Muktamar. Namun, kubu lain menyebut bahwa Agus Suparmanto juga terpilih secara aklamasi dalam forum muktamar yang dipimpin Qoyum Abdul Jabbar.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy mengatakan peserta Muktamar ke-10 telah memilih Agus Suparmanto sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030. Mereka telah menggelar tasyakuran.

Kondisi ini menimbulkan kebingungan di kalangan kader, karena masing-masing kubu mengklaim memiliki legitimasi sah. Situasi tersebut mengingatkan pada konflik lama PPP, ketika partai sempat terbelah antara kubu Suryadharma Ali dan Romahurmuziy, serta kisruh pemberhentian Suharso Monoarfa pada 2022.

BACA JUGA  Gus Yasin Pastikan tidak Ada Transaksional dalam Pemilihan Ketum PPP

“PPP tidak boleh mengulang tragedi dualisme yang pernah melemahkan partai pada 2014–2019. Kalau ini tidak segera diselesaikan, dampaknya sangat besar bagi soliditas partai,” ujar salah satu pengurus senior PPP.

Ketua Umum Parmusi Prof Husnan Bey Fananie mengatakan, kisruh yang terjadi dalam Muktamar PPP hanya dapat diselesaikan dengan mengembalikan semangat partai kepada akar sejarahnya yaitu fusi politik Islam tahun 1973.

Pengamat menilai, konflik kepemimpinan ini berpotensi mengganggu konsolidasi PPP dalam menghadapi agenda politik mendatang. Selain krisis legitimasi, dualisme juga dapat memengaruhi elektabilitas partai dan memecah konsentrasi kader di daerah.

Untuk meredam situasi, para elite partai didesak segera melakukan rekonsiliasi internal dengan merujuk pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Mekanisme penyelesaian melalui Mahkamah Partai atau lembaga independen internal juga dinilai penting guna menentukan ketua umum yang sah secara hukum.

BACA JUGA  Wakil Presiden ke-9 Ri Hamzah Haz Meninggal Dunia

Hingga kini, kedua kubu masih sama-sama mengklaim kepemimpinan. Publik dan kader pun menanti langkah konkret agar PPP tidak kembali terjebak dalam pusaran konflik yang melemahkan posisi politiknya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menilai Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, telah berada di tahap akhir menuju penerapan manajemen talenta. Selanjutnya tinggal menerapkan ekosistem karier ASN…

Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

HASIL positif dicatat dua klub Indonesia di ajang ASEAN Club Championship (ACC) 20208/2027 Persib Bandung dan Borneo FC. Di Stadion Thammasat, Klong Luang, Thailand, Persib memetik kemenangan 3-1 atas Port…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

  • October 9, 2026
PT KAI Perkuat Konektivitas Ekonomi Antarwilayah di Sumut

Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

  • October 9, 2026
Pemkab Batu Bara Terapkan Manajemen Talenta, BKN Beri Dukungan Penuh

Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

  • October 9, 2026
Kapolda DIY Siap Wujudkan Program Polisi Bersama Masyarakat

Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

  • October 9, 2026
Persib Gasak Port FC, Borneo Tahan Buriram

Ronaldo Sampaikan Salam Hormat untuk Messi

  • October 8, 2026
Ronaldo Sampaikan Salam Hormat untuk Messi

Pemkot Jaktim Sosialisasikan Penataan Jalan Cakung-Cilincing Sepanjang 2,8 Kilometer, 250 Warga Terdampak

  • October 8, 2026
Pemkot Jaktim Sosialisasikan Penataan Jalan Cakung-Cilincing Sepanjang 2,8 Kilometer, 250 Warga Terdampak