
TANTANGAN berat kembali harus dihadapi Swiss di Piala Dunia. Setelah sukses menyingkirkan Kolombia di babak 16 besar lewat drama adu penalti, kini mereka harus menghadapi juara bertahan Argentina pada babak perempat final.
“Bermain melawan juara bertahan Argentina, saya pikir tidak ada tantangan yang lebih besar. Setiap babak berikutnya semakin sulit, tetapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan itu,” kata bek Swiss Manuel Akanji selepas laga.
Menurut Akanji, sejatinya tidak ada lawan yang mudah di Piala Dunia. Namun tentu ada kesulitan di setiap fase. Itu sebabnya mereka tidak boleh membuat kesalahan sekecil apapun yang bisa dieksploitasi lawan.
Akanji juga menyadari betul kualitas lawan yang akan mereka hadapi. Namun ia menegaskan Swiss tidak akan kehilangan kepercayaan diri. Menurutnya, timnya mampu memberikan perlawanan kepada tim mana pun, termasuk Argentina yang memiliki pengalaman besar di turnamen internasional.
Catat sejarah
“Kami percaya bisa menghadapi setiap lawan dan membuat pertandingan menjadi sangat sulit bagi mereka. Kami tahu pertandingan melawan Argentina akan sulit, tetapi kami akan memberikan yang terbaik,” ujar pemain Inter Milan tersebut.
Swiss berpeluang mencatat sejarah lebih jauh setelah berhasil menembus delapan besar Piala Dunia 2026. Menghadapi Argentina menjadi ujian berikutnya bagi La Nati untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.
Swiss memastikan tiket ke delapan besar setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti 4-3. Duel harus diakhiri dengan adu tendangan dari jarak 12 meter setelah skor pertandingan tetap 0-0 hingga 120 menit.
Kiper Tim Nasional Swiss Gregor Kobel menyebut keberhasilan itu sebagai salah satu momen terindah dalam perjalanan kariernya dan juga bagi seluruh masyarakat Swiss. Namun mereka masih mungkin membuat sejarah lain saat menghadapi juara bertahan Argentina di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7) waktu setempat.
Belum selesai
Menurut Kobel, menghadapi Argentina yang memiliki pengalaman besar di turnamen internasional, mereka harus bertekad menjaga momentum positif. Kobel menegaskan perjalanan mereka belum selesai dan timnya masih memiliki ambisi untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 20
“Ketika ada peluang untuk melangkah lebih jauh, kenapa tidak? Bahkan jika kami harus menghadapi tantangan paling berat sekali pun,” tegasnya. (*/N-01)







