
WAKIL Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Immanuel bersama 10 orang lainnya keluar dari ruang pemeriksaan sudah menggunakan rompi oranye dan tangannya diborgol.
Immanuel berjalan paling depan, dan ia sempat mengelap air matanya. Para wartawan yang berkumpul langsung memotretnya dan berteriak huu..huuu. menangis..menangis dia.”
Adapun 11 orang itu kemudian dibawa petugas menuju ruang jumpa pers untuk disaksikan para wartawan yang hadir termasuk Ketua KPK Ketua KPK Setyo Budiyanto dan Plt Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.
Immanuel keluar sambil mengacungkan dua jempol sambil senyum. Ia tampak tidak menyesal dan malu. Sementara 10 orang lainnya, tiga di antaranya perempuan tampak menunduk.
Ketua KPK Setyo Budiyanto didampingi Plt Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8) mengatakan bahwa penetapan Wamenaker sebagai tersangka karena ia mengetahui, membiarkan dan menerima uang dari hasil pemerasan yang dilakukan oleh anak buahnya di Kementerian Ketenagakerjaan.
Apalagi praktik pemerasan sudah berlangsung sejak 2019 hingga sekarang.
“Untuk mendapatkan sertifikasi K3 itu tarifnya Rp275 ribu. Tapi fakta di lapangan bahwa para pekerja atau buruh harus keluarkan biaya Rp6 juta. Bila mereka menolak membayar akan dipersulit. Tindakan pemerasan dengan modus memperlambat, mempersulit atau tidak memproses permohonan pembuatan sertifikasi K3. Biaya sertifikasi ini berapa kali lipat dari upah buruh sesuai UMR,” kata Setyo.
Ia juga memaparkan bahwa OTT KPK dilaksanakan dua hari, 20-21 Agustus di sejumlah tempat di Jakarta.
Barang bukti yang disita adalah 15 unit roda empat, 7 sepeda motor, dan uang tunai Rp170 juta dan sejumlah uang dolar AS.
Dari 7 sepeda motor ini, satu di antaranya adalah motor Ducati warna biru milik Immanuel Ebenezer.
Saat ditanya soal barang bukti milik Immanuel, Setyo Budiyanto mengatakan motor Ducati warna biru dengan nopol B 2445. Menurutya kendaraan itu dibeli off the road pada April lalu. “Namun kendaraan itu belum diproses BPKP dan STNK, supaya tidak ketahuan. Platnya juga kosong, tidak tahu darimana dapatnya,” kata Setyo Budiyanto.
Dalam kasus pemerasan sertifikasi K3 ini, ada miliaran uang yang mengalir ke berbagai pihak. Jumlah uang dari hasil pemerasan mencapai Rp81 miliar, dan Immanuel menerima Rp3 miliar.
Kasus ini akan terus dikembangkan karena telah berlangsung sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, dimana Menteri Tenaga Kerja adalah Ida Fauziyah. (*/S-01)







