Kenali Cacing Gelang ‘Membunuh’ Balita di Sukabumi

CACING gelang (Ascaris lumbricoides) menjadi penyebab balita di Sukabumi meninggal.

Kasus ini cukup serius karena balita tersebut mengalami infeksi Ascaris yang berat hingga tubuh dipenuhi lebih dari 1 kg cacing. Kasus ini  sangat langka dan mengindikasikan tingkat infeksi yang ekstrem.

Telur cacing menetas di usus halus, larvanya menyusup ke pembuluh darah, lalu bermigrasi ke paru-paru dan otak. Hal ini menyebabkan risiko seperti pneumonia, peradangan paru, dan syok neurologis

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), askariasis adalah infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang paling umum dialami manusia di seluruh dunia. Penyakit ini terutama banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, khususnya di daerah dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan yang kurang baik.

BACA JUGA  KIPI Rekomendasi Autopsi Bayi Meninggal Setelah Imunisasi, Keluarga Menolak

Penyakit cacing yang ditularkan melalui tanah (soil-transmitted helminth). Telurnya mudah menempel pada tangan, makanan, atau permukaan yang terkontaminasi tanah, terutama di lingkungan dengan sanitasi buruk

Di negara maju, kasus askariasis relatif jarang hingga tidak ditemukan. Meski begitu, beberapa kasus sporadis masih bisa muncul di daerah pedesaan miskin. Di wilayah ini, penularan langsung antarmanusia kecil kemungkinannya, namun bisa berhubungan dengan faktor lingkungan tertentu seperti peternakan babi.

Cacing gelang  di Indonesia

Di Indonesia, askariasis termasuk salah satu penyakit parasit yang masih endemik, terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses air bersih dan sanitasi.

Balita dan anak-anak usia sekolah dasar adalah kelompok paling rentan karena sering terpapar tanah yang terkontaminasi telur cacing saat bermain.

BACA JUGA  Kasus Balita Cacingan di Seluma Jadi Evaluasi Nasional

Balita dengan  berstatus gizi buruk yang terus dipantau (Bawah Garis Merah) sangat berisiko terkena cacingan.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi kecacingan di Indonesia berkisar 20–30%, bahkan di beberapa daerah pedesaan dapat mencapai lebih dari 50%. Kondisi ini menjadikan askariasis sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu penanganan serius melalui program pemberian obat cacing massal, perbaikan sanitasi, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Jadi, Ascaris lumbricoides bukan sekadar “cacingan biasa”. Dalam jumlah banyak, ia bisa menyumbat usus, merusak organ vital, hingga menyebabkan kematian. (*/S-01)

BACA JUGA  Perkuat Layanan Kesehatan, Pemprov Jabar Ingin Sewa Helikopter

Siswantini Suryandari

Related Posts

Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Bagikan Beras Tiga Ton

DALAM rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo membagikan bantuan sosial berupa tiga ton beras kepada masyarakat dan pengemudi…

Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan. Langkah itu menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

  • July 2, 2026
Lolos dari Hadangan Kongo, Inggris Ditunggu Meksiko di Babak 16 Besar

Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

  • July 2, 2026
Waktu Pelatihan SPPI KDKMP Dipangkas dan Fokus ke Manajerial

PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

  • July 2, 2026
PON 2028 Bakal Digelar di Tiga Provinsi

Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

  • July 2, 2026
Juarai AVC Men’s Cup, Timnas Voli Diharap Terus Tingkatkan Prestasi

Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

  • July 1, 2026
Belanda Tersingkir di Fase Gugur, Koeman Pilih Mundur

Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri

  • July 1, 2026
Rayakan Hari Bhayangkara, Bupati Garut Apresiasi Pengabdian Polri