Anggota DPR Khawatir Pelecehan Seksual di Klinik Garut Buat Trauma Ibu Hamil

ANGGOTA Komisi III DPR RI fraksi Partai NasDem, Lola Nelria Oktavia mengatakan, kasus dugaan pelecehan seksual dilakukan oleh seorang dokter kandungan di sebuah klinik di Garut, Jawa Barat cukup memprihatinkan.

Pasalnya, dokter itu menangani proses persalinan dan permasalahan sistem reproduksi perempuan. Akibatnya, masyarakat menjadi resah.

“Saya sangat menyayangkan dan sekaligus terkejut mengetahui tindakan amoral yang dilakukan oleh seseorang dengan profesi yang terhormat. Akan tetapi, perlu diingat pemeriksaan kehamilan ini penting dan di Indonesia untuk angka kematian ibu hamil terbesar karena keterlambatan diagnosis, akibat dari kehamilan yang tidak diperiksa secara memadai,” katanya, Selasa (15/4/2025).

Lola mengatakan, peristiwa itu jika terjadi di banyak tempat bisa meningkatkan keengganan para ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan mereka. Akibatnya bisa meningkatkan angka kematian ibu hamil di Indonesia.

Perlu ditangani

Itu sebabnya ia berhap kejadian di Garut segera ditangani dengan cepat.

BACA JUGA  Tercatat 57 Kasus Pelecehan Seksual di Atas Commuter Line

“Jika perlu, kelompok profesi terkait menciptakan program khusus terutamanya untuk mendeteksi potensi penyimpangan seksual seperti pelecehan seksual yang dilakukan oleh MSF, agar tidak terjadi di tempat-tempat lain. Saya mengapresiasi masyarakat yang mengangkat persoalan ini ke media sosial sehingga mendapat perhatian publik,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya mengapresiasi sikap Polres Garut dan Polda Jawa Barat yang langsung membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan.

“Saya mengimbau masyarakat yang pernah diperiksa oleh oknum dokter kandungan spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) atau Obgyn berinisial MSF dan mengalami hal serupa, untuk segera melaporkan kasusnya ke Posko Pengaduan di Polres Garut dan Polda Jabar, agar kasus ini segera dapat diselesaikan,” paparnya.

Sudah tidak kerja

Sementara itu, Wakil Direktur Klinik Karsa Harsa, Dewi Sri Fitriani mengatakan, dokter spesialis kandungan berinisial MSF pernah bekerja di tempatnya dan memastikan oknum dokter tersebut sudah tidak bekerja lagi di tempatnya. Namun, selama bertugas di kliniknya memang ada sejumlah pasien menyampaikan keluhan atas perbuatan dokter MSF.

BACA JUGA  Anggota Komisi VII DPR Kritik Pemangkasan Anggaran Penanggulangan Lumpur Lapindo

“Dokter MSF bertugas sekitar 2 tahun dari 2023 sampai sekarang, tapi kalau di klinik sudah tidak praktek disini dan saya juga sudah koordinasi dengan kepolisian untuk selanjutnya kami serahkan kepada kepolisian. Karena, beberapa kejadian yang terjadi 2025 MSF sudah mulai tidak sering praktek di kliniknya dan bersangkutan juga sudah menyampaikan tidak lagi praktek dan kurang tahu praktek di mana,” katanya.

Menurutnya, papan nama dokter MSF yang masih terpasang akan mencabutnya agar masyarakat mengetahui dokter sudah tidak lagi bekerja di tempatnya dan takutnya ada anggapan negatif kepada masyarakat. Namun, atas adanya kejadian tersebut bagi kliniknya tentu sangat dirugikan dan bukan hanya secara pribadi tapi kepada seluruh dokter yang ada di Indonesia.

BACA JUGA  Mensos Dukung Proses Hukum dan Hak Disabilitas Agus

Sudah ditangkap

Pada bagian lain, Satuan Reserse Kriminal Polres Garut, AKP Joko Prihatin mengatakan, anggotanya bersama Polda Jawa Barat sudah menangkap terduga pelaku kurang 24 jam. Penangkapan dilakukan di Bandung dan sekarang tengah pemeriksaan terkait kasus tersebut.

“Malam kita mengetahui adanya rekaman CCTV yang menjadi viral terkait oknum dokter diduga melakukan tindak pidana perbuatan cabul dan dengan adanya viral tersebut. Polres Garut bergerak cepat membentuk tim khusus bersama Polda Jabar untuk menangkap terduga pelaku. Kurang dari 24 jam kita sudah menangkap di Bandung,” katanya. (Yey/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Menteri Perindustrian: Industri Pengolahan Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi nasional dan terus menunjukkan kinerja yang positif. “Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh…

Tok! PA Bandung Putuskan Arkana Jadi Anak Ridwan Kamil

PENGADILAN Agama (PA) Bandung resmi memutuskan secara e-vourt, bahwa Arkana Aidan Misbach menjadi anak mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Putusan itu sudah tercantum dalam sistem informasi penelusuran perkara atau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jelang Final Piala Dunia, Umar Haen Luncurkan Single ‘Tak Jadi Main Bola’

  • July 17, 2026
Jelang Final Piala Dunia, Umar Haen Luncurkan Single ‘Tak Jadi Main Bola’

Songsong Musim Kompetisi, Deltras FC Punya Presiden Baru

  • July 17, 2026
Songsong Musim Kompetisi, Deltras FC Punya Presiden Baru

Bojongloa Kaler Masuk 10 Besar Wilayah Terbanyak Pelaku Judol

  • July 17, 2026
Bojongloa Kaler Masuk 10 Besar Wilayah Terbanyak Pelaku Judol

Menteri Perindustrian: Industri Pengolahan Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

  • July 17, 2026
Menteri Perindustrian: Industri Pengolahan Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Gilas Kamboja, Indonesia Berpeluang ke Semifinal SEA V Cup 2026

  • July 16, 2026
Gilas Kamboja, Indonesia Berpeluang ke Semifinal SEA V Cup 2026

BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Sukses Panen Raya Padi saat Kemarau

  • July 16, 2026
BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Sukses Panen Raya Padi saat Kemarau