
JOKO Widodo baru seminggu purna tugas sebagai Presiden RI, langsung merespons relawannya Projo (Pro Jokowi) yang akan membuat partai politik.
Jokowi membebaskan relawan Projo untuk menentukan arah politik ke depan.
“Ya terserah Projo saja,” ujar Jokowi di Solo, Minggu (27/10).
Jokowi tidak menjelaskan alasan terserah ke depannya. Ormas tersebut pernah membahas rencana ke depan.
Bendahara Umum Projo, Panel Barus menyatakan bahwa sudah ada pembahasan apakah menjadi partai politik atau sebagai ormas. Rencana itu sudah digagas sebelum Jokowi purna tugas.
Namun belum bisa terlaksana. Wacana perubahan status menjadi partai politik akan dibahas dalam kongres ketiga Pro Jokowi dijadwalkan Desember 2024.
Menurut Barus, Pro Jokowi tercatat sebagai ormas nasional dan ormas politik multisektor di Kemenkumham.
Joko Widodo sebagai Dewan Pembina Pro Jokowi dan Ketua Umum dijabat oleh Budi Arie Setiadi yang kini menjadi Menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih.
Budi Arie mendirikan Pro Jokowi, kelompok relawan darat terbesar pendukung Joko Widodo sejak Agustus 2013.
Ia pernah menjadi Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta (2005-2010) dan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.
Ia kemudian mendirikan ormas pendukung Jokowi dan kemudian keluar dari PDIP. Sebagai balas budi, Jokowi saat menjadi Presiden RI periode kedua mengangkat Budi Arie sebagai Menteri Kominfo pada 17 Juli 2023 menggantikan Johnny G Plate. (*/S-01)









