Prof. Tri Untari: Coronavirus Anjing tidak Bersifat Zoonosis

GURU Besar Bidang Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Univesitas Gadjah Mada, Prof. Tri Untari mengungkapkan meski memiliki nama yang serupa namun virus dari anjing corona virus anjing (Canine corona virus) berbeda dengan SARS-CoV-2 yang pernah menjadi penyebab pandemi Covid-19 pada 2019 lalu.

Virus dari anjing corona virus anjing (Canine corona virus) belum bersifat zoonosis. Sebab, mutasi virus dari hewan agar bisa beradaptasi ke manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun dan seringkali memerlukan inang perantara.

Prof. Untari mengatakan sebenarnya zoonosis dari anjing ke manusia sangatlah sulit terjadi. Terlebih, coronavirus pada anjing mempunyai reseptor yang berbeda dengan virus corona pada manusia. Sebab, Canine corona virus terutama menggunakan reseptor Aminopeptidase N (APN) atau CD13, di mana saluran pencernaan sebagai targetnya.

BACA JUGA  Universitas Negeri Yogyakarta Kukuhkan Enam Guru Besar Baru

“Walaupun ada Canine coronavirus type respirasi yang menyerang saluran respirasi tetapi menggunakan reseptor lain,” jelasnya.

Tidak mudah

Dikatakan berbeda dengan virus Covid-19 pada manusia yang menggunakan reseptor Angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2), yang terdapat pada saluran pernapasan.

Lebih lanjut dijelaskan, suatu virus dari hewan untuk menjadi zoonosis, tidaklah mudah, karena harus ada kecocokan reseptor, tropisma sel, dan enzim protease hospes agar virus bisa menempel, masuk dan bereplikasi, kemudian dapat diekskresikan dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi manusia.

“Perbedaan struktur molekul virus dan reseptor ini, mengakibatkan virus dari anjing tidak mudah menginfeksi sel manusia,” kata Untari, kamis (19/2).

Serang pencernaan

Untari mengungkapkan coronavirus pada anjing bersifat tipe enterik atau menyerang pencernaan, menular lewat jalur fekal-oral bukan lewat pernapasan seperti halnya Covid-19 pada manusia.

BACA JUGA  Pergeseran Sistem Layanan ke Digital Pengaruhi Penanganan HIV/Aids

“Pada prinsipnya virus dari anjing ke manusia untuk dapat menjadi zoonosis, perlu adaptasi dan biasanya perlu waktu yang lama,” jelasnya.

Prof. Untari menjelaskan, jika ada anjing yang dites secara serologis positif COVID-19, yang dihubungkan dengan pemiliknya yang pernah sakit Covid-19, hal tersebut hanya menunjukkan bahwa anjing pernah terpapar dan mempunyai respon antibodi, tetapi belum dapat dikatakan zoonosis.

Apalagi didukung oleh hasil tes PCR-nya negatif, yang membuktikan virus tidak bereplikasi dan tidak bisa ditularkan. “Jadi coronavirus dari anjing masih jauh untuk menjadi zoonosis, karena harus bermutasi atau beradaptasi ke manusia,” paparnya.

Antibodi poliklonal

Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM juga meneliti berbagai virus dan bakteri, yang saat sekarang didukung oleh lima dosen aktif. Penelitian yang telah dia lakukan di antaranya pembuatan antibodi poliklonal untuk deteksi virus Newcastle Disease (ND) dan Avian Influenza (AI), Bovine Herpes virus pada sapi, penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi, dan Avian Infectious Bronchitis (coronavirus pada ayam).

BACA JUGA  Penyakit Jantung Bawaan Pada Bayi Bisa Dideteksi Dini

Untari menegaskan bahwa penelitian-penelitiannya kebanyakan difokuskan pada virus hewan yang bukan zoonosis, karena penelitian virus zoonosis sendiri membutuhkan laboratorium khusus bersyarat ketat agar agen penyakit tidak mencemari lingkungan. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Refleksi HUT RI; Pentingnya Penegakan Hukum dan Pemerataan Ekonomi

KEMERDEKAAN yang diperjuangkan dengan pengorbanan para pendiri bangsa merupakan amanah yang harus terus dirawat dan diisi dari generasi ke generasi. Namun, peringatan kemerdekaan juga harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi…

Perlu Reorientasi Pendidikan agar Dunia Kerja Bisa Serap para Lulusan

GURU Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Prof. Dr. R. Agus Sartono, M.B.A., menyampaikan melalui momentum putusan Mahkamah Konstitusi terkait anggaran fungsi pendidikan perlu dimanfaatkan untuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk PSO BRT

  • August 25, 2026
Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk PSO BRT

Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

  • August 24, 2026
Penurunan Kabel di Kota Bandung Capai 42 Ruas Jalan Hingga Agustus

Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

  • August 24, 2026
Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

  • August 24, 2026
Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

  • August 24, 2026
PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

  • August 24, 2026
Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga