Perlu Perbaikan Tata Laksana Klinis untuk Capai Nol Kematian Dengue 2030

DENGUE di Indonesia tercatat memberikan sumbangan sekitar 17 persen dari total kematian dengue global pada 2025. Hingga kini Indonesia masih menanggung beban penyakit dengue yang tinggi.

Indonesia tercatat sebagai negara dengan beban dengue tertinggi di Asia Tenggara dan kedua tertinggi di dunia.

Kemenkes memang melaporkan angka kematian akibat dengue di Indonesia telah menurun dari 0,9 persen pada 2021 menjadi 0,4 persen pada 2025. Angka penularan juga turun dari 92 kasus per 100.000 penduduk pada 2024 menjadi 57 kasus per 100.000 penduduk pada 2025.

Tetap waspada

Ketua Tim Kerja Penyakit Akibat Tular Vektor dan Zoonotik, Gigitan Hewan Berbisa dan Tanaman Beracun, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, dr. Fadjar SM Silalahi,  mengatakan meski angka kasus mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan agar tidak terjadi lonjakan kasus di masa mendatang.

“Kalau kita lihat (data), Indonesia memiliki beban dengue tertinggi di Asia Tenggara. Ini menunjukkan betapa persoalan dengue ini harus terus menjadi perhatian kita,” kata Fadjar dalam seminar dan workshop ASEAN Dengue Day (ADD) 2026 bertajuk “Menuju Nol Kematian Dengue 2030: Antara Impian atau Kenyataan?” yang berlangsung di Auditorium FK-KMK UGM, Senin (29/6) lalu.

BACA JUGA  Eceng Gondok Berpotensi Jadi Obat Luka Diabetes Alami

Komponen penting

Dosen Departemen Kesehatan Anak FK-KMK UGM, Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A(K), menekankan bahwa tata laksana klinis menjadi salah satu komponen penting dalam menekan angka kematian akibat dengue.

Menurutnya, perjalanan penyakit dengue berlangsung singkat dan dinamis sehingga diagnosis dini, pemantauan kondisi klinis, serta penanganan yang tepat menjadi faktor krusial untuk mencegah keterlambatan penanganan.

“Dengue adalah penyakit infeksi akut, karena waktunya praksis tidak akan lebih dari 2 minggu, berbeda dengan HIV dan malaria yang bisa sampai berbulan-bulan,” ungkap Ida.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menangani dengue justru berada pada fase awal ketika gejala penyakit tersebut sulit dibedakan dengan penyakit infeksi lainnya yang juga banyak ditemukan di Indonesia.

“Tantangannya justru di fase awal ketika sulit membedakan antara dengue dan penyakit lain,” ungkapnya.

Penguatan sistem rujukan

Selain tata laksana klinis, penguatan sistem rujukan juga dinilai berperan penting dalam menekan angka kematian.

Dosen Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FKKMK UGM, Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA, M.Kes, menyoroti masih banyak pasien yang langsung datang ke rumah sakit tanpa terlebih dahulu mengakses layanan primer.

BACA JUGA  UGM Terjunkan 8.038 Mahasiswa KKN PPM di 35 Provinsi

“Dari hasil kajian yang kami peroleh, ada sekitar 21,8% pasien yang langsung ke akses fasilitas kesehatan rujukan langsung, tanpa melalui puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” jelasnya sembari menunjukkan data hasil kajian tim FKKMK UGM.

Kondisi ini, katanya berdampak pada meningkatnya biaya pelayanan kesehatan. Karena itu, diperlukan penguatan peran FKTP, koordinasi antarfasilitas kesehatan, ketersediaan transportasi rujukan, peningkatan kapasitas fasilitas rujukan, serta pemanfaatan data dan sistem informasi agar pasien dapat dirujuk secara tepat waktu sehingga risiko kasus berat maupun kematian dapat ditekan.

“Ini implikasinya adalah ke biaya pelayanan yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Dukungan pendanaan memadai

Sedangkan Guru Besar FK UI, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, menyampaikan target nol kematian dengue tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan layanan klinis maupun sistem rujukan.

Menurut dia, diperlukan dukungan pendanaan kesehatan yang memadai, efektif, dan efisien agar berbagai strategi pengendalian dengue dapat berjalan secara optimal.

“Namun, coba kita lihat, apakah pendanaan untuk publik di bidang kesehatan sudah cukup?” tanyanya.

BACA JUGA  UGM Beri Beasiswa untuk Suami Isteri Penjaga Burung Parung Bengkok

Dikatakan pendanaan publik melalui pemerintah dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memiliki peran penting untuk memastikan upaya promotif, preventif, hingga kuratif dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurutnya, terdapat hubungan antara besarnya pendanaan dengan tingginya kasus dengue. “Angka kasus dan kematian tinggi ada korelasinya dengan pendanaan yang rendah,” papar Dosen Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI tersebut.

15 tahun implementasi Wolbachia

Di akhir seminar, Rangkaian ASEAN Dengue Day 2026 kemudian dilanjutkan dengan workshop bertajuk “Teknologi Pengendalian Vektor Inovatif Berbasis Wolbachia”.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembelajaran mengenai pengalaman 15 tahun implementasi Wolbachia, termasuk kunjungan ke fasilitas produksi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia, strategi pelepasan nyamuk, pembangunan kapasitas, monitoring, hingga diskusi bersama tim implementasi Wolbachia UGM.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya PKT UGM dalam memperkuat pembelajaran aplikatif sekaligus mendorong pemanfaatan inovasi berbasis bukti untuk mendukung pengendalian dengue di Indonesia. (AGT/M-01)

Related Posts

Tok! PA Bandung Putuskan Arkana Jadi Anak Ridwan Kamil

PENGADILAN Agama (PA) Bandung resmi memutuskan secara e-vourt, bahwa Arkana Aidan Misbach menjadi anak mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Putusan itu sudah tercantum dalam sistem informasi penelusuran perkara atau…

Propam Polda Jatim Operasi Ketertiban dan Disiplin Personel Polresta Sidoarjo 

BIDANG Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur menggelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) di Polresta Sidoarjo, Kamis (16/7). Operasi dilakukan guna memastikan kedisiplinan, profesionalisme, serta integritas personel kepolisian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menteri Perindustrian: Industri Pengolahan Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

  • July 17, 2026
Menteri Perindustrian: Industri Pengolahan Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Gilas Kamboja, Indonesia Berpeluang ke Semifinal SEA V Cup 2026

  • July 16, 2026
Gilas Kamboja, Indonesia Berpeluang ke Semifinal SEA V Cup 2026

BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Sukses Panen Raya Padi saat Kemarau

  • July 16, 2026
BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Sukses Panen Raya Padi saat Kemarau

UPN Veteran Yogyakarta Perpanjang Waktu Pendaftaran Rektor

  • July 16, 2026
UPN Veteran Yogyakarta Perpanjang Waktu Pendaftaran Rektor

80% APBN dari Pajak, Pemerintah Harus Perbaiki Tata Kelola Informasi Akuntansi

  • July 16, 2026
80% APBN dari Pajak, Pemerintah Harus Perbaiki Tata Kelola Informasi Akuntansi

Tok! PA Bandung Putuskan Arkana Jadi Anak Ridwan Kamil

  • July 16, 2026
Tok! PA Bandung Putuskan Arkana Jadi Anak Ridwan Kamil