Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

GELOMBANG panas masih terus melanda Eropa. Korban jiwa pun mulai berjatuhan akibat suhu ekstrem tersebut. Di Prancis, menurut surat kabar setempat melaporkan setidaknya sudah 9.000 orang meninggal di negara tersebut pada kurun 22-28 Juni.

Meski demikian Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara karena sertifikat kematian elektronik tidak mencakup semua kematian yang tercatat.

Itu sebabnya ia memperingatkan bahwa data saat ini harus ditafsirkan dengan hati-hati. Meski begitu dia meminta semua orang untuk tidak meremehkan dampak besar akibat gelombang panas tersebut.

Prancis telah mengalami beberapa hari dengan suhu yang sangat tinggi, dan banyak wilayah mencatat suhu di atas 35 derajat Celsius.

BACA JUGA  Dua Bibit Siklon Tropis Aktif Kepung Indonesia

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) puluhan juta orang di Eropa harus menghadapi suhu ekstrem sepanjang akhir pekan, saat gelombang panas mematikan bergerak ke arah timur kawasan tersebut. Sejumlah negara melaporkan bertambahnya jumlah korban jiwa akibat cuaca panas ekstrem, dengan layanan kesehatan berisiko kewalahan menangani pasien.

Kerentanan demografi

Gelombang panas melanda Eropa. (Dok/IG)

Sementara itu, BMKG menjelaskan gelombang panas di Eropa dipicu oleh fenomena ‘kubah panas’. Udara yang turun terkompresi dan memanas itu sehingga mencegah terbentuknya awan.

“Kondisi ini sering kali ditopang oleh pola cuaca omega block yang mengunci sistem udara panas di satu wilayah selama berhari-hari,” kata BMKG.

Soal tingginya angka kematian di Eropa, menurut BMKG hal itu dipengaruhi kerentanan demografis dan infrastruktur. “Tingginya angka kematian di Eropa sangat dipengaruhi oleh kerentanan demografis dan infrastruktur,” ujarnya.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

Eropa tidak terbiasa dengan gelombang panas karena bangunan di Eropa dirancang untuk menghadapi musim dingin. Hal ini berbeda dengan AS.

“Mayoritas bangunan tua di Eropa dirancang untuk menahan panas guna menghadapi musim dingin yang panjang. Diperkirakan hanya sekitar 19% rumah di Eropa yang dilengkapi pendingin ruangan (AC), berbanding jauh dengan Amerika Serikat. Saat gelombang panas menerjang, rumah-rumah ini berubah menjadi oven,” lanjutnya.

Rentan serangan panas

Warga Eropa kini beramai-ramai memadati sungai demi untuk meredakan hawa panas. (Dok/IG)

BMKG menambahkan sekitar 22% populasi di Uni Eropa adalah warga berusia 65 tahun ke atas. Padahal kelompok itu paling rentan terhadap serangan panas fatal (heatstroke).

Hal lain yang menjadi faktor penyebab adalah udara lembap dari perairan. Suhunya di malam hari juga sering tidak kunjung turun.

BACA JUGA  10 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2025

“Udara yang lembap dari perairan di sekitar laut Eropa dapat membuat suhu terasa 5 hingga 10 derajat Celsius lebih panas daripada angka di termometer. Lebih buruk lagi, suhu malam hari sering kali tidak kunjung turun sehingga tubuh kehilangan kesempatan penting untuk beristirahat dan mendinginkan diri.” (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Jutaan Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

EMPAT bulan setelah tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel, Iran akhirnya menggelar prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei selama sepekan. Jutaan pelayat dari dalam dan luar negeri,…

Kena OTT KPK, Bupati Langkat akan Diperiksa Lebih Lanjut

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap kepala daerah. Kali ini komisi antirasuwah itu menangkap Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim. Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

  • July 4, 2026
Ribuan Orang Dilaporkan Tewas akibat Gelombang Panas di Eropa

Hajar Filipina, Tim Voli Putri Indonesia Maju Perempat Final

  • July 4, 2026
Hajar Filipina, Tim Voli Putri Indonesia Maju Perempat Final

Jutaan Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

  • July 3, 2026
Jutaan Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Kena OTT KPK, Bupati Langkat akan Diperiksa Lebih Lanjut

  • July 3, 2026
Kena OTT KPK, Bupati Langkat akan Diperiksa Lebih Lanjut

Klopp Terdepan Jadi Arsitek Jerman pasca-Mundurnya Nagelsmann

  • July 3, 2026
Klopp Terdepan Jadi Arsitek Jerman pasca-Mundurnya Nagelsmann

Singkirkan Aljazair, Swiss Tunggu Pemenang Laga Kolombia vs Ghana

  • July 3, 2026
Singkirkan Aljazair, Swiss Tunggu Pemenang Laga Kolombia vs Ghana