
FAKULTAS Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada mengirimkan 12 mahasiswanya untuk mengajar di kawasan terdampak bencana di Sumatra.
Kegiatan itu merupakan program relawan untuk rehabilitasi pendidikan di Aceh. Mereka diberangkatkan setelah sebelumnya mendapat pembekalan dari para pakar termasuk mendapatkan materi Teknik Jotting.
Teknik Jotting sebagai bagian dari field note dalam kerja lapangan.Dr. Fina Itriyati menyampaikan Jotting merupakan teknik observasi dengan menggunakan catatan singkat atau quick notes yang bersifat intermediate.
“Catatan ini berfungsi sebagai data primer yang bersifat spontan dan merekam kondisi pada saat kejadian, sehingga dinilai lebih akurat dan jujur dalam menangkap realitas lapangan,” katanya.
Bahan refleksi
Teknik jelasnya bisa menjadi bahan refleksi penting bagi relawan sepulang dari lokasi.Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas’udi, pada Selasa menjelaskan Program Fisipol Mengajar merupakan inisiatif Fisipol UGM untuk berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rehabilitasi pendidikan pascabencana di Aceh.
Program itu didukung penuh oleh universitas dan dilakukan melalui kerja sama dengan Yayasan Sukma sebagai mitra strategis.
“Ada 12 relawan mahasiswa Fisipol UGM akan diberangkatkan dan ditempatkan di dua wilayah berbeda, yakni wilayah Bireuen dan Pidie Jaya. Keduabelas mahasiswa tersebut akan melakukan kegiatan relawan selama 30 hari, terhitung mulai dari tanggal 10 Januari hingga 8 Februari 2026”, ujarnya.
Budaya lokal
Wawan berharap kehadiran para relawan pendidikan ini dapat memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Aceh yang tengah berada dalam tahap pemulihan.
Dalam pesannya saat pembekalan, ia menekankan pentingnya soal menghargai dan memahami budaya lokal sebagai fondasi utama dalam setiap bentuk kerja kemanusiaan dan pengabdian di lapangan.
Program Fisipol Mengajar ini mendapat respons yang sangat positif dari mahasiswa Fisipol UGM. Tercatat lebih dari 90 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut.
Seleksi berjenjang
Setelah melalui proses seleksi berjenjang di tingkat program studi dan fakultas, terpilih 12 mahasiswa yang dinilai siap untuk terjun langsung ke lapangan.
Rangkaian seleksi dan persiapan relawan terbilang singkat. Dimulai dari pendaftaran yang dibuka pada 31 Desember 2025–1 Januari 2026, seleksi di tingkat prodi pada 1–2 Januari 2026.
Pengumuman hasil seleksi dan pembekalan awal pada 3 Januari 2026, pembekalan dan pelepasan di tingkat fakultas pada 5 Januari 2026, keberangkatan relawan pada 6 Januari 2026, pelatihan relawan pada 7–9 Januari 2026, hingga penerjunan ke lokasi pada 10 Januari 2026. (AGT/N-01)









