Klinik Stem Cell RS Bhayangkara DIY Resmi Beroperasi

RUMAH Sakit Bhayangkara Polda DIY di Jalan Raya Solo–Yogyakarta KM 14 resmi membuka Klinik Stem Cell (Sel Punca) sebagai layanan kesehatan unggulan terbaru. Kehadiran klinik ini menjadi langkah maju dalam dunia medis, khususnya untuk penanganan penyakit kronis, degeneratif, dan keganasan.

Kabid Dokkes Polda DIY, Kombes Pol. dr. Fajar Amansyah, Sp.PD, mengatakan terapi penyakit degeneratif menjadi fokus utama layanan baru tersebut.

“Penyakit yang dipicu faktor usia seperti diabetes melitus, stroke, gagal ginjal, jantung, dan hati, akan ditangani menggunakan metode sel punca,” ujar dr. Fajar, Jumat (5/12).

Ia menjelaskan teknologi stem cell diharapkan dapat meremajakan sel tubuh dan mengubah proses degeneratif menjadi regeneratif sehingga pengendalian penyakit dapat berlangsung lebih optimal.

BACA JUGA  Polda DIY Catat 18 Aksi Unjuk Rasa Sepanjang Oktober 2025

Selain penyakit degeneratif, klinik ini juga menawarkan metode pengobatan terbaru bagi pasien kanker. Tim medis akan mengombinasikan terapi standar—seperti kemoterapi, radioterapi, dan targeted therapy—dengan pemanfaatan sel punca.

RS Bhayangkara DIY turut menggunakan teknologi sitotoksik T-limfosit (CTL) yang berasal dari darah pasien sendiri. Teknik ini ditujukan untuk menghasilkan precision therapy yang membuat sel punca bekerja lebih selektif dalam menyerang sel kanker.

Kombinasi pengobatan tersebut diharapkan dapat menekan efek samping berat yang umum terjadi pada kemoterapi, seperti rambut rontok, mual, muntah, dan penurunan hemoglobin.

“Kami tidak menghilangkan terapi yang sudah ada, tetapi mengombinasikan. Untuk pasien yang belum pernah menjalani kemoterapi, kami bisa menginisiasi terapi sel punca,” jelas dr. Fajar.

BACA JUGA  Pekan Pertama Operasi Zebra Progo 2025 Angka Kecelakaan Turun

Terkait biaya, ia mengakui tarif masih mengacu pada katalog umum dan dapat dibicarakan lebih lanjut. Meski begitu, terapi sel punca dan turunannya saat ini belum ditanggung BPJS Kesehatan.

“Kami berharap ke depan pengobatan berbasis sel punca ini dapat didukung oleh asuransi kesehatan,” harapnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

WAKIL Bupati Sleman Danang Maharsa membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Lapangan Sumberadi, Mlati, Sleman, Selasa (10/2). Program TMMD dinilai mampu mempercepat akselerasi…

DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane menyusul ditemukannya ikan-ikan mati mendadak sejak Senin (9/2) malam. Imbauan tersebut disampaikan Selasa (10/2) setelah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

  • February 11, 2026
Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

  • February 11, 2026
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295