TPID DIY Pastikan Stok Pangan Kulon Progo Aman Jelang Nataru

UNTUK  memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan harga dan pasokan di sejumlah pasar di Kulon Progo, Jumat (5/12).

Hasil pemantauan menunjukkan pasokan pangan di Kulon Progo dalam kondisi aman, meskipun terjadi kenaikan pada komoditas cabai dan bawang merah. Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menyebut TPID rutin berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau stok dan harga.

“Ketersediaan beras, sayuran, dan komoditas penting lainnya di Kulon Progo aman,” ujarnya.

Eling menjelaskan kenaikan harga cabai dan bawang merah merupakan fenomena umum menjelang hari besar, dipengaruhi cuaca tidak menentu, serangan hama, serta kondisi sejumlah wilayah penyangga yang terdampak bencana. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut masih terkendali.

BACA JUGA  Kuota Haji Reguler 2025 untuk DIY Sebanyak 3.147 Orang

Ia juga menyampaikan bahwa inflasi DIY masih berada di angka 2,92 persen atau sesuai target nasional, sementara pertumbuhan ekonomi DIY, termasuk Kulon Progo tercatat di atas rata-rata nasional. Jika nantinya terjadi lonjakan harga signifikan, TPID bersama pemerintah daerah siap melakukan intervensi melalui operasi pasar.

“Kalau nanti kita lihat ada kenaikan harga yang cukup signifikan, kami bersama pemerintah daerah pasti akan turun,” tegasnya.

Eling menambahkan harga cabai sangat dipengaruhi dinamika pasar nasional, sehingga daerah mengikuti harga yang berkembang secara nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko memastikan stok kebutuhan pokok aman dan distribusi berjalan lancar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat selama Nataru.

BACA JUGA  Sri Sultan Lantik Pjs Bupati Kabupaten Sleman dan Bantul

“Ketersediaan sembako dan bahan pangan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru aman. Hingga hari ini tidak ada masalah, dan ke depan insya Allah juga aman,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa komoditas tertentu seperti cabai dan bawang merah, sementara komoditas lainnya tetap stabil. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

CANDI Prambanan menjadi semakin menarik dengan hadirnya instalasi seni Sunflower Angel. Berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar…

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Terbaik II Tingkat Provinsi dalam Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian kinerja dan komitmen…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika