Mahasiswa UGM Ciptakan NeoSemar, Terapi Pecandu Narkoba

KECANDUAN narkoba kerap dipandang sebagai persoalan moral, padahal secara medis merupakan penyakit kompleks yang menyerang sistem saraf otak. Zat adiktif secara perlahan mengubah sistem penghargaan di otak bagian yang mengatur rasa senang, dorongan bertindak, serta kemampuan mengendalikan diri.

Perubahan itu membuat otak terus menuntut asupan zat tersebut secara berulang dan tidak terkendali. Inilah yang membuat proses pemulihan dari kecanduan menjadi sangat sulit.

Berangkat dari pemahaman ilmiah itu, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggagas riset inovatif melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC).

Di bawah bimbingan Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D., tim yang terdiri dari Melvino Rizky Putra Wahyudi, Dhimas Setya Adi Nugraha, Muhammad Basel Fawaz Sigit, Reza Hanif Firmansyah, dan Putri Eka Desintha, berupaya menciptakan sistem terapi pemulihan adiksi berbasis teknologi medis.

BACA JUGA  Tim Essential Edge UGM Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

Melvino menjelaskan, inovasi yang dikembangkan timnya diberi nama NeoSemar singkatan dari Sistem Terpadu Pemulihan Kecanduan Narkoba dengan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) berbasis Pemantauan Electroencephalography (EEG).

“NeoSemar dirancang untuk berdialog langsung dengan otak dan membantu memulihkan fungsinya tanpa melalui prosedur bedah,” ujar Melvino dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10).

NeoSemar untuk memulihkan fungsi otak pecandu narkoba

Ia menambahkan, pengembangan NeoSemar dilatarbelakangi meningkatnya jumlah pengguna narkoba di Indonesia. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2023, tercatat lebih dari 3 juta penduduk terjerat penyalahgunaan narkotika.

“NeoSemar hadir sebagai solusi berbasis teknologi dengan mengintegrasikan dua metode medis mutakhir, TMS dan EEG dalam satu sistem terpadu,” jelasnya.

BACA JUGA  Biaya Transportasi Indonesia Lampaui Standar Dunia

Anggota tim lainnya, Dhimas Setya Adi Nugraha, memaparkan cara kerja sistem ini. EEG digunakan untuk memindai aktivitas otak dan mengidentifikasi area yang mengalami disfungsi. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, TMS akan menyalurkan gelombang elektromagnetik terfokus guna menstimulasi dan menormalkan kembali sirkuit saraf yang terganggu.

“Seluruh proses terapi dapat dipantau dari jarak jauh oleh tenaga medis melalui sistem berbasis Internet of Things (IoT), sehingga penanganan menjadi lebih personal dan efisien,” ujarnya.

Menurut Dhimas, proyek pengembangan NeoSemar telah memperoleh ethical clearance dari Komisi Etik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Persetujuan ini menjadi validasi terhadap metodologi dan keamanan sistem, serta membuka jalan menuju tahap uji klinis lebih lanjut.

BACA JUGA  UGM Hormati Proses Hukum dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu

“Pengakuan ini merupakan progres signifikan bagi tim kami,” tegasnya.

Dengan dukungan pendanaan dari Kemdiktisaintek RI melalui Belmawa, tim berharap NeoSemar dapat menjadi terobosan penting dalam terapi adiksi di Indonesia, bukan sekadar pelengkap metode rehabilitasi yang sudah ada. (AGT/S- 01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

PEMERINTAH resmi membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai 28 Maret  lalu. Hal itu tertuang melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026…

Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal

OPERASI pencarian dan pertolongan terhadap dua orang korban yang terseret arus di selokan bawah Hotel Delaga Biru, Kelurahan Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

  • March 31, 2026
UPI Duduki Peringkat Pertama Peminat Terbanyak Hasil SNBP

Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

  • March 31, 2026
Dinkes Kota Bandung Ajak Warga Lengkapi Imunisasi Campak

Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

  • March 31, 2026
Minimnya Transparansi Algoritma Platform Digital Harus Jadi Perhatian

Pengalihan 58% Dana Desa untuk KMP Bisa Lemahkan Otonomi Desa

  • March 31, 2026
Pengalihan 58% Dana Desa untuk KMP Bisa Lemahkan Otonomi  Desa

Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

  • March 31, 2026
Mudik Bersama Hewan Peliharaan Kini Semakin Diminati 

Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya

  • March 31, 2026
Jelekong Berpeluang Jadi Lokasi PSEL Bandung Raya