Fortusis Jabar Usul MBG Diganti dengan Uang Tunai

SETELAH melihat maraknya keracunan makanan di sejumlah wilayah Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Jawa Barat mengusulkan agar pemerintah memberikan uang tunai ketimbang menyediakan makanan di sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua Fortusis Jabar, Dwi Subawanto menyampaikan Program MBG pada prinsipnya bagus untuk diterapkan di negara yang kemiskinannya tinggi. Namun, harus benar tim ahli gizi yang memasaknya, semisal sewaktu uji coba yang dilakukan oleh TNI saat itu dan berhasil. Tapi, ketika diserahkan ke masyarakat, akhirnya justru yang ada euforia.

“Nuansa proyeknya lebih dominan dan berpikirnya mencari keuntungan melalui spek-spek yang ditentukan dalam hal jenis makanannya. Setiap daerah tentu berbeda-beda, jangan disamaratakan. Misal biasanya di daerah itu memakai beras apa, sehingga saat dimasak pagi hari sampai siangnya itu nasinya tak berubah rasa atau basi. Jadi, jika ada gagasan diganti saja dengan uang itu lebih bagus, kami mendukung,” ungkapnya.

BACA JUGA  BIJB Kertajati Sambut Kedatangan Pesawat Kargo Perdana

Tentukan sendiri

Menurut Dwi, ketika orangtua menerima uangnya, mereka akan dapat menentukan speknya sesuai kesukaan anaknya, termasuk pemilihan pengolahan dagingnya, seperti direbus, digoreng atau lainnya tergantung selera. Intinya Fortusis lebih senang orangtua diberikan uangnya.

Artinya, yang masak itu orangtuanya sendiri. Sebab, orangtua tahu selera lidah anaknya.

“Orangtua bisa masak pagi hari, dan si anak pukul 07.00 WIB sudah di sekolah, tapi orangtua belum selesai masak, maka nanti makanan itu bisa diantarkan sewaktu jam istirahat,” tuturnya.

Hingga kini Program MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jabar belum berjalan sesuai target. Dari total 4.683 dapur yang ditetapkan pemerintah, hingga September 2025 baru 2.027 unit yang beroperasi di 27 kabupaten/kota. Capaian tersebut baru setengah dari target yang ditentukan.

BACA JUGA  Pemprov Jabar Siapkan 55 Posko Piket Lebaran

Baru 2.027 SPPG

Meski begitu, layanan MBG sudah menjangkau 6,6 juta penerima manfaat. Sedangkan target Jabar 4.683 SPPG, yang sudah beroperasi baru 2.027 SPPG dengan penerima manfaat 6.602.000 orang.

“Kami belum merinci data detail lokasi dapur maupun pengawasan di lapangan. Namun, perbaikan manajerial menjadi kunci utama agar dapur SPPG bisa berjalan optimal. Pemprov Jabar telah mengerahkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, petugas Badan Gizi Nasional (BGN), serta penyedia makanan,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman.

Menurut Herman, pemprov sudah menugaskan Dinsos untuk koordinasi. Manajemen pengelolaan dapur harus optimal, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, semuanya harus manageable.

Sehat dan higienis

Ia menekankan dapur gizi harus sehat, higienis dan dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah baru. Pemprov kini juga tengah membahas penyusunan standar operasional prosedur (SOP) bersama BGN dan pihak terkait. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kasus keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah.

BACA JUGA  IMI Jabar Bidik Empat Emas di PON XXI 2024

“Intinya makanan harus higienis, pengelolaan harus jelas, siapa yang memasak dan bagaimana prosesnya. SOP dari BGN sudah ada, tinggal dikawal dan dijalankan di lapangan,” imbuhnya.

Meski menyebut MBG sebagai program nasional yang baik, Herman tak menampik masih ada kelemahan di lapangan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya siswa yang sempat terdampak kasus keracunan.

Program MBG menjadi prioritas nasional yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan gizi masyarakat, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda di Indonesia, termasuk di Provinsi Jabar. (Zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hari Lahan Basah 2026, Rehabilitasi Mangrove Diperkuat

PERINGATAN Hari Lahan Basah Sedunia 2026 mengusung tema “Rawat Tradisi, Lahan Basah Lestari”. Kementerian Kehutanan memusatkan peringatan nasional di Kalimantan Utara pada 7 Februari 2026 yang dihadiri Menteri Kehutanan Raja…

Menag Ajak Masjid di Jalur Mudik Jadi Oase Kemanusiaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memaparkan langkah Kementerian Agama dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Ia menegaskan Ramadan harus menjadi momentum penguatan ibadah yang dibarengi empati dan solidaritas sosial…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

  • February 11, 2026
Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

  • February 11, 2026
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295