Mensos Pastikan Bantuan Korban Banjir Nagekeo Lancar

MENTERI Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan bantuan logistik bagi korban banjir bandang di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap mengalir selama masa tanggap darurat. Bantuan itu mencakup kebutuhan pokok hingga suplai air bersih.

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat melakukan panggilan video dengan Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, Minggu (21/9). Dalam kesempatan itu, Gonzalo mengungkapkan warganya mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kerusakan saluran di hulu.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul langsung meminta jajarannya dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah mencari solusi.

“Silakan koordinasi terus dengan Pak Wabup. Soal air bersih yang bermasalah di hulu, coba dicari solusi bersama,” ujar Gus Ipul.

BACA JUGA  Masuk Musim Hujan, Pemprov Jateng Tingkatkan Mitigasi Bencana

Ia menjelaskan, selama masa tanggap darurat Kemensos menyalurkan bantuan logistik melalui Sentra Efata Kupang. Bantuan meliputi tenda, perlengkapan dapur umum, obat-obatan, pakaian, hingga layanan psikososial.

“Staf kami masih berada di lokasi. Jika ada kebutuhan tambahan, termasuk air, bisa langsung didiskusikan,” tambahnya.

Selain logistik, Kemensos juga menyiapkan santunan bagi korban. Ahli waris korban meninggal mendapat Rp15 juta, sementara korban luka Rp5 juta. Hingga kini tercatat 9 orang meninggal, 16 luka ringan, dan 7 luka berat.

Adapun terkait rumah warga yang rusak, Gus Ipul menyebut bantuan akan diberikan pemerintah pusat melalui BNPB. Data sementara mencatat 39 rumah hanyut, 17 rusak berat, dan 48 rusak ringan.

BACA JUGA  Banjir di Kabupaten Sukabumi, Kemensos Salurkan Bantuan

Saat ini, warga terdampak masih mengungsi di rumah kerabat. Dapur umum utama di Kecamatan Mauponggo serta dapur penunjang di sembilan desa sekitar masih beroperasi.

Banjir bandang di Nagekeo terjadi pada 8 September 2025 setelah hujan deras membuat Sungai Lewoledeho meluap. Bencana ini berdampak besar sehingga pemerintah menetapkan status tanggap darurat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

SEBANYAK 2.561.629 pemudik diperkirakan sudah tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran. Hal tersebut dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat meninjau arus balik di Bakauheni, Lampung, Sabtu. “Menurut data volume…

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

MANTAN Menteri Pertahanan pada masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid  dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY,  Juwono Sudarsono dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Biro…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

  • March 28, 2026
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia