Job Hugging Jadi Jalan Aman di Tengah Krisis Kerja

FENOMENA  job hugging atau kecenderungan bertahan di satu pekerjaan meski sudah kehilangan minat kini banyak dialami pekerja di Indonesia. Tekanan ekonomi, ancaman PHK massal, dan ketidakpastian lapangan kerja membuat banyak orang memilih tetap bertahan demi keamanan finansial.

Guru Besar Fisipol UGM sekaligus pengamat ketenagakerjaan, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., menilai fenomena ini bukan hal baru. “Mencari pekerjaan baru memiliki risiko tinggi, maka mereka cenderung memilih bertahan,” ujarnya dikutip dari lamam UGM.

Menurutnya, stabilitas finansial menjadi alasan utama pekerja enggan keluar dari pekerjaan meski situasi kerja tidak ideal. Ia mengibaratkan kondisi ini dengan pepatah: “Berharap burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.”

BACA JUGA  Masyarakat Puas dengan Layanan Transportasi Selama Libur Nataru

Tadjuddin menjelaskan, lima tahun terakhir kondisi pasar kerja semakin tidak menentu. Angka pengangguran di Indonesia tercatat 7,4 persen—tertinggi di Asia Tenggara—dan mayoritas berasal dari kelompok usia 15–24 tahun. Tingginya pengangguran membuat serapan tenaga kerja baru, termasuk fresh graduate, kian terhambat.

Sebagai jalan keluar, banyak pekerja memilih menambah pemasukan lewat pekerjaan sampingan seperti freelance atau bisnis kecil, ketimbang melepaskan pekerjaan utama yang sudah pasti.

“Lebih baik bertahan dengan pekerjaan yang ada sekarang, sambil mencari tambahan penghasilan daripada mengambil keputusan berisiko tinggi,” pungkasnya.

BACA JUGA  Program MBG Utamakan Kualitas dan Disesuaikan Daerah

Siswantini Suryandari

Related Posts

Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali menegaskan fundamental bisnis yang kuat dengan meraih peringkat AA dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) serta mempertahankan tingkat…

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

  • July 31, 2026
Terkam DPMM FC, Arema Melaju ke Semifinal Piala Presiden

Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

  • July 31, 2026
Pergantian Pemain Jadi Kunci Kemenangan Indonesia atas Timor Leste

Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

  • July 31, 2026
Kapolda DIY Pimpin Sertijab Pergantian Pejabat Utama dan Kapolresta

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya