Kemenkes Pastikan Obat Kusta di Papua Barat Aman

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat kusta di Papua Barat dalam kondisi aman. Selama satu tahun terakhir tidak ada laporan kekosongan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Hal ini ditegaskan dalam rapat koordinasi antara Kemenkes, Dinas Kesehatan Papua Barat, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari melalui zoom meeting pada Selasa (16/9), menanggapi isu keterbatasan pasokan obat.

“Dari hasil koordinasi dipastikan stok obat kusta di Papua Barat aman. Hingga saat ini ketersediaan obat masih cukup,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.

Kusta adalah penyakit menular akibat kuman Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan organ lain. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan Multidrug Therapy (MDT) yang tersedia gratis di puskesmas.

BACA JUGA  Konsorsium DRIVE Diluncurkan Fokus Retinopati Diabetik

Data Kemenkes mencatat, sepanjang 2024 terdapat 14.698 kasus baru kusta di Indonesia, 90 persen di antaranya tipe Multi Basiler (MB) yang lebih menular. Hingga Agustus 2025, tercatat 5.474 kasus baru, dengan hampir 9 persen di antaranya anak-anak.

Di Papua Barat, hingga September 2025 terdapat 422 kasus kusta terdaftar, dengan 254 kasus baru. Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan beban tertinggi, mencatat 364 kasus terdaftar dan 242 kasus baru.

Untuk menjamin ketersediaan obat, Kemenkes menyalurkan ribuan blister MDT ke Papua Barat. Pada April 2025, dikirimkan 6.000 MDT MB Dewasa dan 666 MDT MB Anak. Per September 2025, stok masih mencukupi, yakni 3.006 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak di Papua Barat, termasuk 690 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak di Manokwari.

BACA JUGA  Kemenkes Luncurkan Program Skrining Kesehatan Mata Nasional

Meski demikian, Kemenkes mengakui masih ada tantangan, mulai dari keterbatasan tenaga medis dan analis laboratorium, rotasi tenaga kesehatan yang tinggi, hingga minimnya anggaran pemeriksaan skin smear.

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes meminta laporan rutin bulanan terkait kasus dan kebutuhan obat. “Kusta adalah program prioritas di Papua Barat. Kami akan terus memastikan ketersediaan obat aman, sambil memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah,” tegas Aji. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

KANTOR Staf Kepresidenan (KSP) mengunjungi Heru Baskoro (84), putra tokoh perjuangan Sayuti Melik dan S.K. Trimurti, di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi Jawa Barat pada Jumat (14/8). Kunjungan tersebut…

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

MAHASISWA KKN UNY di Dusun Sengon Karang, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Sleman, mengenalkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui workshop pembuatan ember tumpuk dan mini garden. Kegiatan yang dilaksanakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman