
INDONESIA menjadi tuan rumah PEMSEA Network of Local Governments (PNLG) Forum 2025 yang digelar di Jakarta. Forum internasional ini dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Eksekutif PEMSEA Resource Facility Aime Gonzales, dan Wakil Eksekutif Sekretaris Jenderal PNLG Lin Huaiyuan.
Kehadiran pemimpin lokal, nasional, dan mitra internasional dari sepuluh negara menegaskan peran strategis Indonesia dalam mendorong kolaborasi global menuju ekonomi biru yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam pidato pembukaannya, Menteri Hanif menekankan pentingnya kerja sama lintas negara menghadapi pencemaran laut, degradasi ekosistem, penurunan stok perikanan, hingga dampak perubahan iklim.
“Melalui kolaborasi ini, kita membangun jejaring yang kuat dan mempererat koneksi lintas pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas ekosistem sekaligus menjaga keindahan pesisir dan laut secara berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (16/9).
Sejak berdiri pada 1993, PEMSEA menjadi mekanisme kerja sama utama bagi 11 negara anggota dan 21 mitra non-negara.
PNLG Forum 2025 untuk ekonomi biru
Melalui jejaring PNLG dan PEMSEA Network of Learning Center (PNLC), implementasi Integrated Coastal Management (ICM) terus diperkuat sebagai strategi pembangunan sekaligus perlindungan ekosistem pesisir. Tahun ini, Forum PNLG ke-24 mengangkat tema “Menuju Ekonomi Biru yang Berkelanjutan dan Inklusif: Menghubungkan Iklim, Alam, dan Energi.”
Sebagai tuan rumah, Indonesia menegaskan kembali bahwa isu pesisir dan laut tidak hanya terkait lingkungan, tetapi juga ekonomi, sosial, dan keamanan kawasan. Gubernur Pramono Anung menyebut komitmen Jakarta pada pengelolaan pesisir terpadu sebagai strategi menghadapi rob, banjir, dan perlindungan ekosistem.
“Visi kami adalah menempatkan Jakarta sebagai kota pesisir global yang berkontribusi terhadap keberlanjutan regional dan global,” ujarnya.
Forum ini diharapkan melahirkan langkah konkret berupa perluasan penerapan ICM, penguatan inovasi ekonomi biru, serta kolaborasi regional dalam mitigasi perubahan iklim dan konservasi laut.
“Melalui forum ini, kita membangun masa depan laut Asia Timur yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. Inilah warisan terbesar yang dapat kita berikan bagi generasi mendatang,” tegas Menteri Hanif.
Dengan terselenggaranya PNLG Forum 2025, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pusat diplomasi lingkungan kawasan sekaligus pelopor ekonomi biru berkelanjutan yang menghubungkan iklim, alam, dan energi. (*/S-01)







