Indonesia Resmi Teken MRA Pasar Karbon Internasional

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Global Carbon Council (GCC) dan Plan Vivo Foundation, sekaligus mengumumkan kerja sama dengan Gold Standard Foundation.

Kesepakatan ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai pemain kunci di pasar karbon global, sekaligus memastikan perdagangan karbon nasional berjalan transparan, kredibel, dan sesuai standar internasional.

Penandatanganan MRA ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran perdagangan karbon luar negeri melalui IDX Carbon pada Januari 2025, serta MRA pertama dengan Gold Standard pada Mei 2025.

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi bukti kepemimpinan Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim.

BACA JUGA  RI Peringkat 2 Dunia Kasus TBC, Kemenkes Genjot Deteksi Dini

“Indonesia bukan hanya bagian dari solusi, tetapi juga pemimpin dalam perubahan. MRA ini membuka pintu lebih lebar bagi proyek-proyek karbon Indonesia untuk menembus pasar internasional dengan integritas dan transparansi yang diakui dunia,” ujarnya, Selasa (16/9).

Hanif menambahkan, perdagangan karbon memberi nilai tambah ganda, baik ekonomi maupun lingkungan. “Nilai ekonomi karbon bukan sekadar instrumen lingkungan, tetapi juga instrumen ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Manfaatnya harus dirasakan tidak hanya oleh dunia usaha, tetapi juga komunitas lokal penjaga hutan, pesisir, dan ekosistem penting lainnya,” katanya.

Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Wahyu Marjaka, menekankan pentingnya menjaga prinsip integritas dalam setiap kolaborasi.

“Kita telah membuka MRA dengan pihak strategis dan akan bekerja sama dengan para pakar untuk memastikan high integrity dalam pengelolaan karbon ini. Prinsip ini penting agar langkah Indonesia diakui secara global dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA  Indonesia-Peru Tanda Tangani CEPA setelah 14 Bulan Berunding

Pasar Karbon Internasional dan mitigasi perubahan iklim

MRA ini menjamin pengakuan bersama atas Sertifikasi Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Indonesia (SPEI) dengan standar internasional yang dikelola GCC dan Plan Vivo. GCC yang berbasis di Qatar dikenal sebagai lembaga sertifikasi emisi global, sementara Plan Vivo dari Inggris berpengalaman dalam pasar karbon sukarela dengan pendekatan berbasis masyarakat di sektor kehutanan, pertanian, dan tata guna lahan.

Dengan target penurunan emisi GRK sebesar 31,89% secara mandiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada 2030, serta komitmen menuju Net Zero Emission 2060, Indonesia menegaskan diri sebagai motor penggerak perdagangan karbon global.

Kesepakatan ini juga sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon dan Permen LHK Nomor 21 Tahun 2021. Melalui kerja sama internasional ini, Indonesia menegaskan bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga penggerak utama tata kelola karbon yang transparan, adil, dan berdaya saing. (*/S-01)

BACA JUGA  Menag: Kunjungan Paus Fransiskus untuk Bangun Perdamaian

Siswantini Suryandari

Related Posts

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

KABAR duka menghampiri bangsa Indonesia dan PDI Perjuangan. Putra dari Presiden pertama RI, Soekarno yang juga adik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta pendiri dari Sanggar Seni Mahardhika, Guruh…

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming mengatakan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menangani kondisi para pengungsi korban banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Hal itu diungkapkan Wapres…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

  • September 26, 2026
Putra Presiden Pertama RI, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks