PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

SEBAGAI bagian dari strategi memperkuat tim nasional voli Indonesia menuju Olimpiade Brisbane 2032, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) akan mempercepat rencana naturalisasi empat atlet muda asal Brasil.

Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan, program tersebut saat ini masih dalam tahap penyiapan dokumen administratif sebelum dibahas bersama pemerintah. Keempat atlet yang diproyeksikan terdiri dari dua pemain putra dan dua pemain putri.

“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kita lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap Menpora untuk membicarakan masalah ini,” ujar Imam Sudjarwo di Jakarta.

Setelah proses awal rampung, PBVSI akan melanjutkan pembicaraan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.

Bawa ke DPR

Menurut Imam, tahapan berikutnya adalah membawa usulan tersebut ke DPR karena naturalisasi atlet harus mendapat persetujuan resmi melalui mekanisme parlemen.

BACA JUGA  Ada 19 Medali Emas yang Diperebutkan di Hari Ketiga Olimpiade 2024 Paris

“Namun, saya mau ngomong, setelah Lebaran saya akan ketemu beliau (Menpora), yaitu membicarakan masalah naturalisasi. Nah kalau sudah clear, kita bisa mempersiapkan administrasi, tentu langkah berikutnya adalah kita ke DPR. Karena itu harus ada persetujuan persidangan DPR,” lanjutnya.

PBVSI menilai langkah naturalisasi diperlukan untuk mempercepat peningkatan daya saing tim nasional. Kehadiran pemain baru diharapkan memberi tambahan kualitas sekaligus menciptakan atmosfer kompetitif bagi atlet lokal.

Imam menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang, bukan sekadar kebutuhan sesaat menghadapi turnamen tertentu. Fokus utama tetap diarahkan pada target besar tampil lebih kompetitif di Olimpiade Brisbane 2032.

“Kenapa kita harus naturalisasi? Tentu kita punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kita mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional kita,” katanya.

Pemain muda

Empat nama yang masuk radar PBVSI berasal dari Brasil. Federasi sengaja membidik pemain muda agar dapat menjadi investasi jangka panjang dan memberi kontribusi maksimal saat memasuki usia puncak pada 2032.

BACA JUGA  Trump Dikecam Pemimpin Dunia Jelang KTT Iklim COP30

“Kita dari Brasil lah,” kata Imam saat menjelaskan asal calon pemain naturalisasi.

PBVSI memilih atlet yang masih berusia sekitar 17 tahun sehingga memiliki masa pengembangan lebih panjang bersama tim nasional Indonesia.

“Belum, belum ada. Dia masih muda-muda. Kan kita cari yang umur 17. Pokoknya umur yang masih muda yang kita ambil sehingga punya jangka panjang,” jelasnya.

Pembinaan tetap jalan

Di sisi lain, Imam memastikan naturalisasi tidak akan menghambat pembinaan atlet dalam negeri. Program pembentukan pemain muda tetap berjalan melalui tim seperti Jakarta Garuda Jaya dan partisipasi kelompok usia junior di berbagai kompetisi internasional.

“Proyek jangka panjang makanya kita mempersiapkan juga ini Garuda Jaya ini kan kita mainkan yang muda-muda, besok ini kita carikan pengalaman,” ujarnya.

BACA JUGA  Indonesia Angkat Semangat Gotong Royong di PreCOP30 Brasil

Ia menambahkan, porsi atlet lokal tetap menjadi fondasi utama tim nasional sehingga naturalisasi dilakukan secara terbatas dan terukur.

“Kita juga tidak ingin mematikan dari atlet nasional. Tidak boleh. Kita boleh naturalisasi tetapi juga kita ada persentasenya,” tegas Imam.

Rekrut pelatih Brasil

Empat atlet yang disiapkan disebut sudah memberikan sinyal positif untuk bergabung. Namun, PBVSI masih meneliti aspek regulasi, termasuk kemungkinan terkait status diaspora agar proses berjalan sesuai aturan.

“Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau,” ucapnya.

Selain mendatangkan pemain, PBVSI juga berencana menambah tenaga pelatih dari Brasil untuk menangani tim voli putra Indonesia yang tahun ini menghadapi sejumlah agenda internasional. (*/A-01)

Admin

Related Posts

2817 Atlet Ikuti Turnamen Bulu Tangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2

SRI Sultan Hamenggku Buwono X  membuka secara resmi kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional Sirkuit Nasional (Sirnas) C 2026 bertajuk Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 di GOR Kebangsaan Wisdom Park…

Juarai MotoGP San Marino, Marc Marquez Puncaki Klasemen

PEMBALAP Ducati Lenovo Team Marc Marquez berhasil menjuarai MotoGP San Marino 2026, Minggu. Dalam balapan di Sirkuit Misano, Italia tersebut Marquez finis di urutan pertama dengan waktu 41 menit 13,013…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

  • September 15, 2026
KPK Tangkap Ketua DPP Golkar dan Presdir Summarecon

Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

  • September 15, 2026
Aktris Dewasa Jepang Hana Kuraki Meninggal di Usia 25 Tahun

Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

  • September 15, 2026
Sekolah Ceria RDP Dukung Psikososial Anak Terdampak Gempa NTT

Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026

  • September 15, 2026
Mahasiswa Baru UAD Ikuti P2K Prakarsa 2026

Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

  • September 15, 2026
Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an

  • September 15, 2026
Keterbatasan Fisik bukan Halangan untuk Lantunkan Al-Qur’an