Penghijauan Denpasar, KLH Dorong Ketahanan Iklim

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar gerakan penghijauan di Kota Denpasar sebagai langkah pemulihan ekosistem pasca banjir. Kegiatan ini juga menjadi bagian strategi adaptasi perubahan iklim dan penguatan ketahanan lingkungan perkotaan.

“Penghijauan ini bukan sekadar seremoni, melainkan respon konkret memperkuat daya lenting ekosistem. Pohon yang ditanam akan menjaga struktur tanah, mengurangi limpasan air hujan, meningkatkan infiltrasi, dan menjaga kualitas udara,” ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (27/9).

Banjir yang melanda Bali baru-baru ini menjadi pengingat bahwa ekosistem masih rentan akibat perubahan iklim, deforestasi, dan tata ruang yang belum optimal. Karena itu, penghijauan dinilai penting untuk memulihkan fungsi lingkungan sekaligus mencegah bencana serupa.

BACA JUGA  KLH-Kemdiktisaintek Perkuat Pemulihan Lingkungan Sumatra

Aksi tanam pohon dilakukan di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Kota Denpasar, kawasan konservasi dan edukasi lingkungan yang dikembangkan sejak 2023 di Pura Dalem Mutering Jagat, Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur. Total 500 pohon produktif dan bernilai ekologis ditanam, antara lain mangga, majegau, rejasa, nagasari, nangka, dan cempaka.

Menteri Hanif menekankan pentingnya keterlibatan publik, terutama generasi muda. “Saya berharap kegiatan ini menjadi titik awal. Jangan berhenti di sini. Teruslah menanam,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pemulihan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.

“Penghijauan ini simbol harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih baik, sekaligus warisan ekologis untuk generasi mendatang,” tegasnya.

BACA JUGA  RI Jadi Pelopor Perdagangan Karbon Article 6.2

Program ini merupakan bagian dari pemulihan pascabencana berbasis Ecosystem-Based Adaptation (EbA), yang diharapkan dapat meningkatkan daya dukung lingkungan dan memperkuat peran ruang terbuka hijau dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

SEBANYAK 15 santri dinyatakan lolos beasiswa S1 luar negeri dan siap kuliah di China, Mesir, dan Yaman. Mereka terdiri dari tiga santri bidang sains dan teknologi di China, satu bidang…

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

PEMERINTAH Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor tata kelola pangan perkotaan (urban food governance) di tingkat global. Hal itu dibuktikan dengan undangan resmi dari World Food Programme (WFP) dan Milan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gol Barros Antar Kemenangan Persib

  • July 25, 2026
Gol Barros Antar Kemenangan Persib

15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

  • July 25, 2026
15 Santri Dapat Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri

Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

  • July 25, 2026
Perluas Kemitraan, Kalog Express Dorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

  • July 25, 2026
Tiga Mahasiswa Asing Ikut Wisuda UPN Veteran Yogyakarta

Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

  • July 25, 2026
Lagi, DKPP Kota Bandung di Undang ke Milan Paparkan Program Buruan SAE

Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal

  • July 25, 2026
Pemkab Cianjur Dorong BUMD Perkuat Kemandirian Fiskal