Banjir Bali-NTT Tewaskan 23 Orang, BNPB Antisipasi di Jawa

BANJIR besar yang melanda Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu menewaskan 23 orang, menyebabkan delapan orang hilang, tiga orang luka-luka, serta lebih dari 11 ribu warga terdampak. Selain itu, lebih dari 300 rumah dilaporkan rusak, mulai dari rusak ringan hingga hanyut terbawa arus.

Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di barat Indonesia. Saat ini, penanganan darurat bencana di Bali dan NTT sudah mulai terkendali dan memasuki masa transisi pemulihan.

Namun, fenomena atmosfer tersebut kini bergeser ke arah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Kepala BNPB Suharyanto menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG dan pemerintah daerah setempat untuk melakukan langkah kesiapsiagaan, termasuk operasi modifikasi cuaca.

BACA JUGA  BNPB Resmi Larang Wisata di Area Erupsi Semeru

“Curah hujan tinggi sudah bergeser ke wilayah Jawa. Operasi modifikasi cuaca sedang disiapkan untuk mengantisipasi banjir dengan menebarkan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) maupun Kalsium Oksida (CaO), agar hujan lebat jatuh di perairan, bukan di wilayah padat penduduk,” kata Kepala BNPB Suharyanto, dilansir dari laman resmi BNPB.

Upaya ini diharapkan mampu mencegah terulangnya bencana banjir besar seperti yang melanda Bali dan NTT pada awal September lalu. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

SEJUMLAH video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong memunguti ribuan ikan tembang di bibir pantai viral di berbagai platform media sosial. Belakangan terungkap, fenomena tersebut terjadi di sepanjang Pantai Desa Ladahai-Tamborasi, Kecamatan…

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendistribusikan 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu untuk 24.609 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

  • July 31, 2026
Buat Film Anti-korupsi dan KDRT, Sule Ingin Bantu Edukasi Warga Tasikmalaya

Antisipasi Kekeringan saat Kemarau, Polda Jabar Bangun Sumur Bor

  • July 31, 2026
Antisipasi Kekeringan saat Kemarau, Polda Jabar Bangun Sumur Bor

Farhan Bakal Seret Pelaku Penebangan 10 Pohon di Riau ke Meja Hijau

  • July 31, 2026
Farhan Bakal Seret Pelaku Penebangan 10 Pohon di Riau ke Meja Hijau

Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

  • July 31, 2026
Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

  • July 31, 2026
Viral Ribuan Ikan Tembang Terdampar di Pantai Kolaka, Ini Kata BMKG

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

  • July 31, 2026
Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP