
RESPON Darurat Pendidikan (RDP) Dompet Dhuafa terus melakukan pendampingan bagi anak-anak terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur melalui program Sekolah Ceria.
Kegiatan itu menjadi ruang aman bagi anak untuk kembali bermain, belajar, berekspresi, sekaligus mendapatkan dukungan psikososial di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Ceria melibatkan relawan lokal serta berkolaborasi dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk memperkuat pendampingan kepada anak-anak terdampak bencana. Sebanyak 15 relawan lokal turut terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan dukungan psikososial.
Kehadiran para relawan lokal menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus memastikan kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak di wilayah terdampak.
Interaktif

Sekolah Ceria dilaksanakan di sejumlah titik terdampak di Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, dan Sikka. Hingga 13 September 2026, program ini telah menjangkau 426 anak di 8 titik layanan yang melibatkan 17 sekolah terdampak.
Berbagai aktivitas dilakukan secara interaktif, mulai dari permainan edukatif, menggambar dan mewarnai, bernyanyi, mendongeng, hingga aktivitas kelompok yang disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis anak.
Ketua RDP, Muh. Shirli Gumilang, mengatakan bahwa Sekolah Ceria tidak hanya menjadi aktivitas pembelajaran, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana.
“Aktivitas Sekolah Ceria menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana gempa di NTT. Kami berharap aktivitas Sekolah Ceria ini dapat menghadirkan senyum dan semangat belajar. Dengan menggunakan Modul KLiK Bencana, pembelajaran di Sekolah Ceria semakin tersistematis dan menyenangkan,” ujar Muh. Shirli Gumilang, Ketua RDP.
Kembalikan kepercayaan diri dan semangat belajar
Dalam pelaksanaannya, para relawan RDP berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan ramah anak. Pendekatan pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk dengan membagi anak berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan agar aktivitas dapat berlangsung lebih efektif.
Kehadiran Sekolah Ceria diharapkan dapat membantu anak-anak memperoleh kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan semangat untuk belajar setelah menghadapi pengalaman bencana. (RO/N-01)






