
FAKULTAS Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) Yogyakarta memanfaatkan keikutsertaannya dalam pertemuan International Association of Law Schools (IALS) di Thailand untuk menjajaki kerja sama dengan Universitas Chulalongkorn, Bangkok.
“Kami berharap dapat terjalin kerja sama baru dengan Fakultas Hukum Universitas Chulalongkorn. Kolaborasi ini akan bermanfaat dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ujar Wakil Dekan FH UII, Drs. Agus Triyanta, S.H., M.Hum., Jumat (12/9).
Ia menambahkan, Fakultas Hukum Chulalongkorn memiliki reputasi akademik tertinggi di Thailand dengan program internasional baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana. “Kerja sama internasional mereka sudah sangat baik, sehingga ini peluang besar bagi UII,” lanjut Agus.
Delegasi FH UII hadir di Thailand untuk mengikuti kegiatan ilmiah pemutakhiran kurikulum sekolah hukum sesuai perkembangan global. Dalam diskusi bersama Universitas Chulalongkorn, kedua pihak membahas rancangan kerja sama yang berfokus pada program pertukaran mahasiswa.
“Jika pertukaran mahasiswa lintas negara ini berhasil diimplementasikan, langkah berikutnya bisa berkembang ke program internasionalisasi lain, seperti pertukaran dosen, riset kolaboratif, hingga pengajaran bersama,” kata Dodik Setiawan Nur Heriyanto, Ph.D., dosen FH UII yang turut hadir dalam pertemuan IALS.
Sebagai informasi, Fakultas Hukum Universitas Chulalongkorn berdiri sejak 1933 dan menjadi fakultas independen pada 1972. Universitas Chulalongkorn sendiri merupakan universitas tertua dan paling bergengsi di Thailand, konsisten menduduki peringkat teratas dalam QS World University Rankings.
Fakultas Hukum Chulalongkorn dikenal karena memadukan pendidikan hukum teoretis dengan praktik, program internasional yang beragam, serta jaringan kemitraan luas dengan industri dan lembaga global, menjadikannya tujuan utama bagi mahasiswa yang ingin berkarier di bidang hukum pada level nasional maupun internasional. (AGT/S-01)







