UII Paparkan Kurikulum Hukum Antikorupsi di Forum Internasional

Ketua Program Studi Hukum Program Sarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Dodik Setiawan Nur Heriyanto, PhD, mendapat kehormatan untuk mempresentasikan model kurikulum hukum dalam Annual Meeting International Association of Law Schools (IALS) di Fakultas Hukum Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.

Dodik menjadi pembicara dalam sesi bertema “Updating the Legal Curriculum: What Issues Should Be Addressed and How Do They Fit Into the Traditional Curriculum”. Ia tampil bersama pakar hukum internasional, antara lain Christopher Mbazira (Makerere University, Uganda), Pavana Kiranmai Chepuri (Woxsen University, India), dan Thomas McInerney (Loyola University Chicago, AS).

Dalam paparannya, Dodik menekankan pentingnya pendidikan anti korupsi dalam kurikulum hukum di Indonesia. Menurutnya, lulusan hukum banyak yang berkarier sebagai aparat penegak hukum seperti jaksa, hakim, polisi, dan PPNS, sehingga integritas dan sikap anti korupsi wajib ditekankan sejak di bangku kuliah.

BACA JUGA  UII dan Palestina Perpanjang Kerjasama Pendidikan

“Masih banyak aparat yang justru tersandung kasus korupsi. Karena itu assessment berbasis sikap dan keterampilan sangat penting, agar mahasiswa bisa mengartikulasikan nilai integritas dan anti korupsi di kelas,” ujar Dodik, Kamis (11/9).

Kurikulum hukum antikorupsi jadi perhatian

Ia juga menilai metode pembelajaran tidak boleh hanya berpusat pada ceramah (knowledge based education), tetapi perlu variasi seperti case discussion dan project based learning. Dengan begitu, dosen dapat langsung menilai sikap mahasiswa, termasuk perilaku tidak berintegritas seperti menitip absen atau mencontek.

Selain itu, Dodik berbagi pengalaman hampir delapan tahun memimpin Prodi Hukum UII yang telah meraih akreditasi unggul dari BAN-PT dan akreditasi internasional dari FIBAA Jerman. Prodi tersebut juga dikenal melahirkan tokoh hukum nasional seperti Artidjo Alkostar, Busyro Muqoddas, Suparman Marzuki, dan Mahfud MD.

BACA JUGA  SMP Negeri 8 Yogyakarta Juarai Lomba Mural Nasional

“Dengan sistem Outcome Based Education dan dukungan kebebasan akademik, mahasiswa di UII terbiasa kritis, bahkan tidak segan mendemo dosen atau pimpinan fakultas,” ujarnya.

Acara tahunan IALS ini diikuti sekitar 80 peserta, sebagian besar merupakan dekan dan wakil dekan fakultas hukum dari berbagai negara di lima benua. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di TN Tesso Nilo

KABAR gembira datang dari Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin jantan lahir dari induk gajah binaan bernama Lisa (45)…

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026, Polda DIY menggelar Gerakan Pasar Murah di halaman Mapolda DIY pada Selasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wamenkes Sebut Kontak Erat Serumah Jadi Kunci Putus Rantai TBC

  • September 29, 2026
Wamenkes Sebut Kontak Erat Serumah Jadi Kunci Putus Rantai TBC

Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di TN Tesso Nilo

  • September 29, 2026
Seekor Anak Gajah Berjenis Kelamin Jantan Lahir di  TN Tesso Nilo

Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

  • September 29, 2026
Ganda Putra Leo/Daniel Tambah Medali Emas untuk Indonesia

I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

  • September 29, 2026
I Made Pajar Ariyana Sumbang Perak dari Cabang Surfing

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini