
KEMENTERIAN Kebudayaan RI menggelar drama musikal “Harmoni Sahabat KILA – Melangkah Bersama Meraih Cita-cita” di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara ini menjadi puncak program KILA (Kita Cinta Lagu Anak) 2025 sekaligus pengumuman pemenang lomba cipta lagu dan menyanyi lagu anak.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut KILA sebagai gerakan nasional untuk menghidupkan kembali lagu anak Indonesia yang berkualitas.
“Melalui KILA, kami berkomitmen menghadirkan lagu-lagu bermakna, mendidik, sekaligus membentuk karakter bangsa,” ujarnya, Kamis (21/8).
Drama musikal tersebut menampilkan kisah persahabatan, keberanian, dan gotong royong, diperankan anak-anak berbakat dari berbagai daerah. Mereka membawakan karya lagu ciptaan para pemenang KILA serta penampilan finalis lomba menyanyi.
Tahun ini, KILA diikuti 1.023 peserta, terdiri dari 253 peserta lomba cipta lagu dan 770 peserta lomba menyanyi. Dewan juri menetapkan 15 nominasi cipta lagu dan 50 nominasi menyanyi.
Pemenang kategori Cipta Lagu Anak adalah:
- Tidurlah Cukup karya Andre Natalis Putranto
- Tujuh Kebiasaan Hebatku karya Damianus Arie Senjayanto
- Bangun Pagi karya Rhindra Suspa
Sedangkan kategori Menyanyi Lagu Anak dimenangkan oleh:
- Juara I: Nyoman Bratasena Danapati (Bali)
- Juara II: Kadek Divya Ishana Dwija Putri (Bali)
- Juara III: Lissie Wilhelmina Kambu Sumule (Papua)
- Juara Harapan: Daffa Pradika Bimantara (Jawa Timur), Annisa Faiha Adriana (Sumatera Selatan), dan Beatricia Ashera (Sumatera Selatan).
Drama musikal Harmoni Sahabat KILA
Fadli Zon berharap drama musikal dapat menjadi tren baru di Indonesia.
“Drama musikal bukan hanya hiburan, tetapi juga melatih kemampuan bernyanyi, menari, berakting, sekaligus kerja sama tim. Ke depan, kita ingin lahir lebih banyak karya yang mengangkat cerita rakyat dan dongeng Indonesia,” katanya.
Sejak 2020, program KILA telah memperluas jaringan pencipta dan pemerhati lagu anak, sekaligus memperkaya koleksi lagu anak Indonesia. Tahun ini, pementasan disaksikan langsung oleh lebih dari 1.250 pelajar dari berbagai kota, mulai Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya.
“KILA adalah wadah penting untuk menemukan sekaligus menumbuhkan talenta baru Indonesia. Kita berharap anak-anak ini kelak menjadi bintang budaya bangsa,” tutup Fadli Zon. (*/S-01)







