Pakar Gempa Unpad: Ada Banyak Sesar Aktif di Jabar

PAKAR Kegempaan dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran, Prof Nana Sulaksana mengungkapkan bahwa di Jawa Barat ada banyak sesar yang melintang dari utara ke selatan maupun arah barat timur.

Hal itu diungkapkan Nana, saat mengomentari gempa yang terjadi di beberapa wilayah Jabar dan terakhir gempa di Bekasi pada Rabu (20/8) malam lalu. Ia menyebut Peta yang dikeluarkan Badan Geologi. Di situ tercatat ada sesar Cimandiri, sesar Baribis ada juga sesar Lembang dan lainnya yang menyebar di wilayah Jabar.

“Berdasarkan tingkat keaktifan sesar serta batuan dan pelapukannya, maka Badan Geologi juga memberikan peta zonasi tingkat kerawanan gempa bumi. Informasi dari peta termasuk Jabar memang didominasi warna merah (KRB gempa bumi tinggi) dan warna kuning (KRB gempa bumi menengah),” jelasnya.

BACA JUGA  Jabar Kendalikan Hama Antisipasi Gagal Panen Musim Kemarau

Pergeseran sesar

Menurut Nana, gempa bumi dengan skala kecil maupun besar selalu terkait dengan kehadiran sesar ini. Kegempaan itu, kata dia adalah manifestasi ada gaya akibat pergerakan sesar itu sendiri yang bisa berlangsung di kedalaman bumi.

Kalau sekarang terjadi gempa kecil memang bisa diartikan bahwa gaya-gaya di sesar tersebut, sedang dilepaskan. Karena kekuatan dari batuan yang masih bisa meredam gaya tersebut, sehingga lepas sedikit demi sedikit. Menurut dia kalau gayanya dilepaskan dalam gempa-gempa kecil, lama kelamaan tenaganya berkurang sehingga gempa besar tidak akan terjadi.

“Tetapi ada juga pendapat sebaliknya bahwa riak-riak kecil ini memberikan tanda akan terjadi gempa yang lebih besar. Dua duanya bisa difahami karena memang variabel terjadinya gempa sangat banyak.”

BACA JUGA  Pemkot Pastikan Beras Oplosan belum Ada  di Kota Bandung

“Bisa dipicu akibat ada gerakan besar dari lempeng di selatan yang diteruskan melalui sesar-sesar ini sebagai jalannya. Ada pula yang memang tenaganya sudah tersimpan pada sesar ini dan bisa lepas sewaktu waktu,” bebernya.

Mitigasi bencana

Ilmu pengetahuan lanjut Nana, berusaha untuk dapat memprediksi di mana, kapan, dan berapa besar gempa yang akan terjadi, kendari tetapi belum sepenuhnya bisa menjelaskan fenomena tersebut.

Oleh karena itu memang yang diperlukan adalah kerja mitigasi yang dilaksanakan Badan Geologi, dengan membuat peta kerawanan bencana gempa bumi. Sehingga dengan peta itu dapat dijadikan acuan untuk menentukan standar keamanan semua bangunan sehingga dapat selamat dari keruntuhan akibat gempa.

BACA JUGA  Akhir 2025 Inflasi di Jabar Terkendali dan Perdagangan Surplus

“Satu hal lagi untuk masyarakat seyogyanya jauhi membuat bangunan di sekitar zona sesar. Karena jika terjadi gempa, potensi kerusakan di sekitar sesar akan lebih tinggi dibandingkan dengan jarak yg lebih jauh,” ujarnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

9.030 Mahasiswa KKN Undip Kembali ke Kampus

SEBANYAK 9.030 mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kembali ke kampus setelah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di berbagai wilayah. Mereka membawa beragam inovasi dan program yang…

KDM Serahkan Bantuan Pemprov Jabar untuk Korban Gempa NTT

SEBAGAI bentuk solidaritas terhadap para saudara korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sebesar Rp4 miliar. Bantuan disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Ikuti NIB 2026 di Kanada

  • August 24, 2026
Mahasiswa UGM Ikuti NIB 2026 di Kanada

Keluhan Warga Soal ‘Polisi Tidur’ Malah Berujung Dugaan Intimidasi 

  • August 24, 2026
Keluhan Warga Soal ‘Polisi Tidur’ Malah Berujung Dugaan Intimidasi 

Gol Gvardiol Antar Kemenangan Manchester City atas Bournemouth

  • August 24, 2026
Gol Gvardiol Antar Kemenangan Manchester City atas Bournemouth

Perjuangan Srikandi Muda Indonesia Berakhir di Tangan Thailand

  • August 23, 2026
Perjuangan Srikandi Muda Indonesia Berakhir di Tangan Thailand

Polisi Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Karhutla

  • August 23, 2026
Polisi Tetapkan 72 Tersangka dalam Kasus Karhutla

Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jateng

  • August 23, 2026
Harmony of Java 2026 Jadi Panggung Nostalgia dan Kebersamaan Warga Jateng