Pemkot Bandung Pastikan Respons Cepat Lintas Dinas

PEMERINTAH Kota Bandung memastikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan SKPD dalam menghadapi situasi darurat.

Demikian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau  ke sejumlah titik terdampak bencana hidrometeorologi pada Sabtu (4/4).

“Kejadian pohon tumbang dalam jumlah besar menjadi perhatian serius, mengingat pohon peneduh merupakan bagian dari identitas Kota Bandung. Kita menghadapi kejadian luar biasa. Pohon-pohon besar yang selama ini menjadi ciri khas kota banyak yang tumbang,” paparnya.

Menurut Farhan sebagai langkah lanjutan, Pemkot Bandung segera melakukan koordinasi cepat lintas dinas guna menyusun skenario mitigasi, termasuk pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

BACA JUGA  4 Kecamatan di Sleman Terdampak Cuaca Ekstrem

“Kita akan lakukan koordinasi dalam waktu cepat, melibatkan dinas teknis seperti permukiman, damkar, perhubungan, bina marga hingga pertanian untuk menyusun langkah pencegahan. Ini dilakukan agar risiko serupa dapat diminimalisir apabila cuaca ekstrem kembali terjadi di kemudian hari,” tandasnya.

Imbauan dan Santunan

Sejumlah pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencan. (Dok. Diskominfo kota Bandung)

Di kesempatan itu, Farhan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Bandung. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

“Selain imbauan kepada masyarakat, pemkot juga tengah menyiapkan langkah mitigasi cepat, termasuk pemapasan atau perapihan pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi lintas dinas dalam waktu singkat, guna memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana lanjutan,” sambungnya.

BACA JUGA  PT Len dan PT Surya Gaet Pemkot Bandung Gelar Pelatihan Panel Surya

Di sisi lain, Farhan juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tentu semua berharap tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot Bandung akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. Untuk korban yang wafat, akan diberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga.

“Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi penguat bagi Pemkot Bandung untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana ke depan. (zahra/N-01)

BACA JUGA  Pemkot Bandung Sebar Nyamuk Wolbachia di 4 Kelurahan

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Haris Martapa membenarkan terjadinya longsor di sejumlah lokasi di Sleman setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Ia menyebutkan talud di…

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

SELURUH Klinik PMI kabupaten/kota se-DIY Selasa (14/04) menerima hibah peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar. Jumlah itu diproyeksikan akan meningkatkan standar fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat respons kedaruratan medis di seluruh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

  • April 14, 2026
Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

  • April 14, 2026
Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

  • April 14, 2026
PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

  • April 14, 2026
Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

  • April 14, 2026
Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

  • April 14, 2026
Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang