Lolos Karantina, Ratusan Ternak Unggul Asal Australia Dipastikan Sehat

RATUSAN ekor ternak unggulan asal Australia di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo pada Senin (30/3) dipastikan aman dari risiko penyakit. Hewan-hewan tersebut kini menjalani karantina di Tandes, Surabaya, sebelum nantinya didistribusikan ke wilayah tujuan.

Otoritas kesehatan hewan menegaskan bahwa seluruh hewan yang didatangkan oleh PT Tombak Mas Nusantara tersebut berada dalam kondisi sehat setelah melewati rangkaian pemeriksaan dan prosedur karantina yang ketat.

Drh Analis Wisnu Wardhana menjamin, seluruh ternak yang mendarat telah memenuhi standar kesehatan internasional. Penekanan itu diberikan guna memastikan tidak ada ancaman penyakit hewan menular yang masuk ke wilayah Indonesia.

​”Hewan yang didatangkan dari Australia dalam keadaan sehat semua. Seluruhnya sudah melalui pemeriksaan ketat dan wajib menjalani proses karantina sesuai regulasi,” tegas drh Analis, Minggu (5/4).

BACA JUGA  Shin Tae-yong Ingin Timnas Menuai Hasil Terbaik di GBK

Dipantau intensif

​Untul menjaga keamanan hayati nasional, seluruh ternak tidak langsung didistribusikan, melainkan wajib menjalani masa isolasi. Karantina dilakukan selama 14 hari di instalasi resmi di wilayah Tandes, Surabaya.

​Selama masa karantina, hewan dipantau secara intensif untuk memastikan adaptasi dan kondisi klinisnya tetap stabil sebelum dilepas ke peternak lokal.

​”Kami langsung mengirimkan ternak ke instalasi karantina di Tandes untuk menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Aji Bagus Setiyawan, Direktur PT Tombak Mas Nusantara.

​Impor ratusan hewan pada 30 Maret lalu itu membawa varietas genetik terbaik yang diproyeksikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan sektor pariwisata.

Dukung ekowisata

Rincian ternak terdiri ​145 ekor domba, mencakup ras unggulan Texel, Suffolk, dan Dorper untuk meningkatkan produktivitas peternak lokal.

BACA JUGA  Karantina Jateng Musnahkan Ratusan Kilogram Media Pembawa

Selain itu 35 ekor unta (Camelus dromedarius) yang dialokasikan khusus untuk pengembangan industri ekowisata di berbagai wilayah Indonesia. Selanjutnya sapi perah bibit unggul untuk penguatan sektor pangan nasional.

​Melalui jaminan kondisi kesehatan yang prima dan prosedur karantina yang disiplin, PT Tombak Mas Nusantara optimistis kehadiran ternak ini akan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas bibit nasional. Selain itu membuka peluang ekonomi baru di sektor ekowisata berbasis peternakan. (OTW/M-01)

Related Posts

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

KEPALA Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Haris Martapa membenarkan terjadinya longsor di sejumlah lokasi di Sleman setelah terjadi hujan deras yang disertai angin kencang. Ia menyebutkan talud di…

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

SELURUH Klinik PMI kabupaten/kota se-DIY Selasa (14/04) menerima hibah peralatan medis modern senilai Rp3,3 miliar. Jumlah itu diproyeksikan akan meningkatkan standar fasilitas kesehatan sekaligus mempercepat respons kedaruratan medis di seluruh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

  • April 14, 2026
Dampak Cuaca Buruk Sejumlah Lokasi di Sleman Longsor

Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

  • April 14, 2026
Sering Buka Medsos, Tingkat Literasi Baca Tulis Anak Menurun

PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

  • April 14, 2026
PMI se-DIY Terima Hibah Alat Kesehatan Rp3,3 Miliar

Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

  • April 14, 2026
Mendikdasmen Proyeksikan SMANOR Jatim Jadi Role Model

Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

  • April 14, 2026
Saksi Kasus TKD Damarsi Sebut Kades Hadiri Syukuran Pembangunan Kos-kosan 

Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang

  • April 14, 2026
Hara Hachi Bu, Prinsip Berhenti Makan Sebelum Kenyang