Kick-Off Pendanaan GCF REDD+ Tahap Dua Resmi Dimulai

KEMENTERAN Kehutanan (Kemenhut) bersama United Nations Development Programme (UNDP) resmi menggelar Kick-Off Meeting penyusunan Concept Note dan Funding Proposal untuk pendanaan Green Climate Fund (GCF) REDD+ Result-Based Payment (RBP) tahap kedua, di Jakarta, 12 Agustus 2025.

Acara ini dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, pejabat tinggi Kemenhut, perwakilan UNDP, Kementerian Keuangan selaku National Designated Authority (NDA) GCF, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lintas sektor.

Dalam sambutannya, Menhut menegaskan komitmen menjaga kelestarian hutan dan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sektor kehutanan.

“Saya akan terus memiliki komitmen yang tangguh agar tujuan menjaga hutan dan menurunkan emisi GRK dari sektor kehutanan dapat kita laksanakan,” ujarnya.

BACA JUGA  Kemenhut Serahkan Kayu Hanyutan ke Pemda untuk Huntara

Menhut menyebut REDD+ sebagai program inti Kemenhut dengan mandat mencakup konservasi sumber daya alam, ekowisata, perhutanan sosial, rehabilitasi lahan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Capaian Tahap Pertama
Pada 2021, Indonesia mencatat pencapaian besar lewat implementasi RBP REDD+ periode 2014–2016. GCF mengakui penurunan emisi sebesar 20,25 juta ton CO₂e dengan manfaat non-karbon tambahan 2,5%, dan memberikan pendanaan berbasis hasil senilai USD 103,8 juta.
Pendanaan ini dibagi menjadi dua output utama:

  1. USD 9,4 juta (10%) untuk penguatan tata kelola arsitektur REDD+, sistem safeguard, dan komunikasi program nasional.
  2. USD 93,4 juta (90%) untuk penguatan tata kelola hutan di tingkat tapak, perluasan perhutanan sosial, pengembangan KPH, rehabilitasi hutan-lahan, pengendalian karhutla, dan penguatan mata pencaharian berkelanjutan.
BACA JUGA  BBKSDA Riau Selidiki Perburuan Gajah Sumatra di Pelalawan

Output kedua tersebut dirinci dalam SK Menteri LHK No. 673/2023 menjadi lima kategori pemanfaatan dana:

  • Program Prioritas Nasional – 11,25%
  • RBP tingkat provinsi – 56,25%
  • Implementasi NDC sektor kehutanan nasional – 11,25%
  • Enabling conditions REDD+ – 11,25%
  • Manajemen dan operasional penyaluran – 10%

REDD+ Tahap Dua : Lebih Berbasis Bukti

Penyusunan proposal tahap kedua ini dipimpin Tim REDD+ RBP di bawah koordinasi Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim dan Sekretaris Jenderal Kemenhut, dengan UNDP sebagai Accredited Entity GCF di Indonesia.

Kementerian Keuangan selaku NDA GCF memastikan proposal tidak hanya memenuhi persyaratan GCF, tetapi juga sejalan dengan prioritas pembiayaan iklim nasional. UNDP juga akan membantu memenuhi seluruh kriteria kelayakan dan scorecard GCF.

BACA JUGA  Bandung Zoo Bantah Terima Bantuan Pakan dari Kemenhut

Fase ini diharapkan menghasilkan pendekatan pendanaan yang berbasis bukti, akuntabel, inklusif, serta selaras dengan kondisi lapangan dan dinamika sosial-ekologis Indonesia. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

YAYASAN Inspirasi Raden Ajeng Kartini menyalurkan 158 tangki atau keseluruhannya sebanyak 790.000 liter air bersih senilai Rp28 juta untuk warga terdampak kemarau di Gunungkidul, DIY pada Minggu. Air bersih tersebut…

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Kompetisi Elite Pro Academy/EPA ONE 2026/2027 resmi bergulir. Laga pembuka EPA ONE 2026/2027 yang mempertemukan Dewa United Banten FC U20 dan Persija Jakarta U20 berlangsung di Training Ground Dewa United…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

  • October 4, 2026
Yayasan Inspirasi RA Kartini Bantu Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

  • October 4, 2026
Laga Pembuka EPA ONE 2026/2027, Dewa United U20 Ungguli Persija U20

Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

  • October 4, 2026
Densus 88 dan Satbrimob Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Sulteng

Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

  • October 4, 2026
Tim UGM Raih Juara 1 Kompetisi Esai Inovasi

Ludes Terjual, 67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

  • October 4, 2026
Ludes Terjual,  67 Ribu Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Laga Indonesia Vs Thailand

Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data

  • October 3, 2026
Bawaslu DIY Catat 2,9 Juta Pemilih saat Pemutakhiran Data