
YAYASAN Inspirasi Raden Ajeng Kartini menyalurkan 158 tangki atau keseluruhannya sebanyak 790.000 liter air bersih senilai Rp28 juta untuk warga terdampak kemarau di Gunungkidul, DIY pada Minggu.
Air bersih tersebut disalurkan ke 15 padukuhan yakni di Padukuhan Cepogo, Winangun, Ngandong, Cakbohol, Pringsanggar, Kotekan, Duwet, Wuluh, Sureng 1, Sureng 2, Gesing 1, Gesing 2, Gembuk, Ngande-ande, Tegalweru Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus Gunungkidul.
Ketua Yayasan Inspirasi Raden Ajeng Kartini, Mekar Emilianingsih mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak kekeringan akibat kemarau panjang di Gunungkidul.
“Kami merasa prihatin dan berupaya sedikit membantu meringankan kebutuhan mereka. Penyaluran 158 tangki air bersih ini dilakukan bertahap selama 2 pekan diawali dengan penyerahan bantuan secara simbolis di Padukuhan Cepogo,” kata Mekar.
Lampaui target
Mekar juga menyampaikan, dalam pemilihan wilayah dan penyaluran bantuan air bersih ini, pihaknya bekerjasama dengan dukuh selaku pemerintah setempat agar tepat sasaran.
Dukuh Cepogo Sumardi, mewakili warga menyampaikan terima kasihnya. Ia berharap mudah2an di tahun mendatang kekurangan air dapat tertangani.
Mekar Emilianingsih menambahkan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur atas partisipasi aktif dalam program tersebut hingga melampaui target perolehan bantuan.
“Kami menargetkan penyaluran 100 tangki tetapi alhamdulillah terkumpul dana hingga mencapai 158 tangki,” ujarnya. Ia Berharap ke depan semoga ada solusi sehingga mereka dapat menikmati air bersih.
Ringankan beban sesama
Pembina Yayasan Inspirasi Raden Ajeng Kartini, Agus Wibowo menyampaikan apa yang mereka bawa ini bukan bantuan tapi atas dasar rasa persaudaraan dan ingin meringankan beban sesama.
“Kami berharap air bersih ini dapat diterima dan meringankan beban meskipun jumlahnya tidak seberapa,” imbuhnya.
Yayasan Inspirasi Raden Ajeng Kartini adalah lembaga yang bergerak di bidang sosial, kesehatan dan keagamaan.
Dalam naungan yayasan tersebut ada tiga unit kerja yakni Sanggar Ceria Anak Indonesia (SCAI), Komunitas Peduli Kesehatan Perempuan (KPKP) dan Sanggar Tahsin Tahfizh Al Quran (STTQ). (AGT/M-01)







