Tim FH UNS Raih Posisi ke-2 Kompetisi Debat Hukum di UI

TIM Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Antareja UNS meraih posisi runner-up dalam Kompetisi Debat Hukum Nasional Mahasiswa (Indonesia Law Debating Competition /ILDC) 2025) yang digelar Indonesian Law Debating Society (ILDS) FH Universitas Indonesia.

ILDC FH UI 2025 mengangkat tema ‘Lentera Dialektika Yuris Muda sebagai Pilar Penegakan Hukum Berintegritas untuk Indonesia Harmonis’.

Tema tersebut menjadi wadah mahasiswa hukum Indonesia bertukar gagasan demi masa depan hukum nasional. Kompetisi diikuti delegasi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim Antareja UNS yang diwakili Anisya Syaharani, Ovatiano Perdata , dan Nabila Aisyah, serta tim oficial Rosa Advania maju ke kompetisi debat, setelah melalui seleksi internal di FH UNS.

BACA JUGA  Pemilihan Rektor UNS Periode 2024-2029 Menyisakan 3 Calon

Persiapan 3 bulan

Selama 3 bulan masa persiapan, tim UNS menjalani berbagai tahapan pemberkasan dan latihan debat. Mulai dari riset materi, menyusun argumentasi, hingga berlatih melawan tim debat lainnya.

Menurut Anisya pada babak penyisihan, tim UNS menghadapi sejumlah mosi dengan fokus hukum pidana dan hukum internasional, terkait tindak pidana lingkungan, perdagangan manusia, dan isu air dalam hukum internasional.

Setelah melewati tiga pertandingan di babak penyisihan melawan mahasiwa FH dari sejumlah universitas, tim UNS dinyatakan lolos ke semifinal.

“Pengumuman tim yang lolos ke semifinal di Depok dilakukan pada hari yang sama. Dan alhamdulillah tim Antareja UNS bisa berangkat ke Depok,” ujarnya

Laga debat babak semifinal, mosi bergeser ke isu hukum teknologi dan hukum tata negara. Salah satunya mengenai urgensi Central Bank Digital Currency (CBDC)vdi Indonesia.

BACA JUGA  RSUD Margono-UNS Percepat Produksi Dokter Spesialis

Maju ke final

Akhirnya Tim Antareja UNS berhasil tampil maksimal dan melangkah ke babak perebutan juara. “Mosi final menjadi tantangan tersendiri bagi tim kami,” sergah dia .

Mosi tentang penerapan ambang batas maksimum presidential threshold belum banyak dibahas dalam literatur. Mereka harus bekerja ekstra keras merumuskan argumentasi dan strategi debat dalam waktu terbatas.

“(Menantang) Karena mengenai solusi dalam mosi yakni penerapan ambang batas maksimum presidential threshold merupakan hal yang sangat baru. Dan akhirnya kami berhasil sabet juara dua,” kata Anisya

Ia mengaku sangat bangga dan bahagia bisa meraih posisi ini di kompetisi nasional bergengsi. Prestasi di ajang ILDC FH UI membuktikan bahwa mahasiswa UNS mampu bersaing di level nasional. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UNS lainnya untuk terus berprestasi. (WID/N-01)

BACA JUGA  Pergeseran Sistem Layanan ke Digital Pengaruhi Penanganan HIV/Aids

Dimitry Ramadan

Related Posts

PBI-JK Tak Dihapus, Kemensos Lakukan Validasi Data

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menegaskan kebijakan validasi data penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, pemerintah telah menyiapkan saluran…

Kemenhut Luncurkan MANDARA Platform Data Mangrove Nasional

KEMENTERIAN Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) resmi meluncurkan MANDARA (Mangrove Data Nusantara) di Jakarta, Selasa (10/2). MANDARA merupakan Integrated Data Platform Mangrove (IDPM)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

  • February 12, 2026
KAI Logistik Perkuat Keamanan Angkutan B3 Lewat Kereta Api

Jamkrindo Catat Penjaminan Rp35,8 Triliun di Jateng-DIY di 2025

  • February 12, 2026
Jamkrindo Catat Penjaminan Rp35,8 Triliun di Jateng-DIY di 2025

Teras Cihampelas Ditata, Pemkot Gandeng Kejari dan KPK

  • February 12, 2026
Teras Cihampelas Ditata, Pemkot Gandeng Kejari dan KPK

Farhan: Warga Kota Bandung Terdampak PBI Tetap Bisa Berobat

  • February 12, 2026
Farhan: Warga Kota Bandung Terdampak PBI Tetap Bisa Berobat

PBI-JK Tak Dihapus, Kemensos Lakukan Validasi Data

  • February 12, 2026
PBI-JK Tak Dihapus, Kemensos Lakukan Validasi Data

Peneliti UGM Skrining Risiko Asma di Sekolah-Sekolah Yogyakarta

  • February 12, 2026
Peneliti UGM Skrining Risiko Asma di Sekolah-Sekolah Yogyakarta